Local  

Misteri Pembunuhan Ustazah di Banjarbaru Terungkap, Permintaan Terakhir Korban Diungkap Keluarga

Kasus Pembunuhan Ustazah di Banjarbaru Menggemparkan Warga

Kasus pembunuhan terhadap seorang ustazah di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, telah menjadi perhatian masyarakat luas. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban dan memicu rasa kekecewaan terhadap tindakan yang dilakukan oleh pelaku.

Jasad ustazah Hasanah akhirnya ditemukan di area sepi dekat lokasi kerjanya setelah sempat dilaporkan hilang. Pencarian yang dilakukan oleh keluarga dan pihak berwajib akhirnya berhasil mengungkap tempat jasad korban, yang ditemukan dalam posisi telentang dan tertutup rumput. Motor korban juga telah ditemukan sebelumnya di sekitar lokasi kejadian.

Permintaan Terakhir Korban

Menurut pengakuan ibu sambung korban, Mudiah, beberapa jam sebelum kejadian, almarhumah sempat mengirim pesan yang terasa tidak biasa kepada keluarga. Pesan tersebut menyebutkan bahwa korban sangat haus dan meminta dititipkan es dari toko.

Mudiah kemudian menemui korban pada sore hari saat mengantarkan minuman ke tempat kerjanya. Namun, pertemuan itu menjadi momen terakhir mereka bertatap muka. Korban hanya tersenyum dan tidak banyak bicara.

Korban Tidak Pulang ke Rumah

Korban diketahui menjalani aktivitas sebagai pengajar di pondok pesantren sekaligus bekerja paruh waktu di sebuah toko di Martapura. Ia dilaporkan tidak kembali ke rumah dan tidak hadir mengajar keesokan harinya. Setelah dilakukan pencarian, jasad korban akhirnya ditemukan pada Rabu malam (29/4/2026) dalam posisi telentang dan tertutup rumput di area sepi tidak jauh dari lokasi pondok tempat pelaku berada.

Pelaku Terdesak Ekonomi hingga Rencanakan Perampokan

Motif utama pembunuhan ini ternyata terkait dengan tekanan ekonomi yang dialami oleh pelaku. Kedua pelaku, AS (40) dan MFI (43), diketahui tinggal di sebuah gubuk tidak jauh dari lokasi kejadian. Motif pembunuhan tersebut disebabkan oleh kebutuhan ekonomi, terutama untuk biaya sekolah anak pelaku.

Menurut Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda, AS awalnya berniat meminjam uang kepada pemilik kebun tempat ia bekerja bersama MFI. Namun, permintaan tersebut ditolak, sehingga muncul niat untuk melakukan perampokan. Dalam aksinya, AS kemudian mengajak MFI untuk membantu melancarkan rencana tersebut.

Korban memang sering melintas di jalur yang tidak jauh dari tempat tinggal para pelaku, sehingga dijadikan target. Kebetulan kedua pelaku selalu melihat korban ini setiap mau pulang selalu lewat jalan yang tidak jauh dari pondok mereka.

Proses Hukum dan Harapan Keluarga

Setelah penemuan jasad korban di area sepi di Sungai Ulin, Banjarbaru, kepolisian langsung menindaklanjuti kasus ini hingga kedua pelaku berhasil diamankan. Saat ini, kedua tersangka telah ditahan dan menjalani proses hukum lebih lanjut atas perbuatan mereka yang menggemparkan warga setempat.

Atas kejadian ini, keluarga berharap pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya. “Dihukum seberat-beratnya. Saya ingin pelaku dihukum mati,” tegas Mudiah.