Perubahan Besar di Academy Awards yang Mengubah Dunia Film
Gelaran Academy Awards, atau Oscar, kembali melakukan perubahan besar yang akan memengaruhi peta persaingan film global. Di tengah perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) mengumumkan sejumlah aturan baru yang dinilai sangat penting untuk menjaga nilai-nilai kreativitas manusia dalam industri perfilman.
1. Naskah Harus Ditulis oleh Manusia, Bukan AI
Di kategori penulisan skenario, AMPAS menetapkan aturan bahwa naskah harus ditulis oleh manusia agar bisa memenuhi syarat nominasi. Meskipun tidak sepenuhnya melarang penggunaan AI, pihak Academy Awards berhak meminta transparansi penuh terkait sejauh mana teknologi tersebut digunakan dalam proses kreatif. Jika AI hanya berperan sebagai asisten kecil, mungkin masih aman. Namun, jika AI menjadi penulis utama, maka film tersebut bisa saja tersingkir dari nominasi Oscar.
Aturan ini juga merambah kategori akting. Hanya performa yang benar-benar dimainkan oleh manusia dan tercantum resmi dalam kredit film yang bisa masuk nominasi. Kebijakan ini muncul di tengah kontroversi penggunaan kemiripan digital aktor seperti Val Kilmer dalam proyek As Deep as the Grave (2026).
2. Aktor Bisa Dapat Dua Oscar dari Peran Berbeda di Tahun yang Sama
Sebelumnya, aturan Oscar menyatakan bahwa seorang aktor hanya bisa mendapatkan satu nominasi dalam kategori yang sama. Namun, aturan baru memungkinkan seorang aktor menerima lebih dari satu nominasi dalam kategori yang sama selama performanya masuk lima besar voting. Perubahan ini dianggap sebagai cara untuk meredam praktik “category fraud” di mana studio sengaja menggeser aktor ke kategori pendukung demi peluang menang lebih besar.
Beberapa nama yang kemungkinan diuntungkan jika aturan ini berlaku sejak dulu antara lain:
- Leonardo DiCaprio untuk film Blood Diamond (2006) dan The Departed (2006)
- Jessica Chastain untuk film The Help (2011), The Tree of Life (2011), dan Take Shelter (2011)
- Alicia Vikander untuk film The Danish Girl (2014) dan Ex Machina (2014)
- Scarlett Johansson untuk film Marriage Story (2019) dan Jojo Rabbit (2019)
- Sebastian Stan untuk film The Apprentice (2024) dan A Different Man (2024)
Dengan aturan baru ini, aktor bisa benar-benar “borong” piala tanpa harus dipecah ke kategori berbeda.

3. Aturan Baru untuk Kategori Film Internasional Terbaik
Kategori Film Internasional juga mengalami evolusi besar. Sekarang, lebih dari satu film dari negara yang sama bisa masuk nominasi. Aturan ini terinspirasi dari kasus Anatomy of a Fall (2023) yang menang Palme d’Or di Cannes 2023 tapi “ditolak” sebagai perwakilan Prancis, yang malah jatuh ke The Taste of Things (2023).
Selain jalur seleksi resmi negara, film berbahasa non-Inggris kini bisa langsung lolos jika menang di festival bergengsi seperti:
- Berlin (Golden Bear)
- Busan (Best Film Award)
- Cannes (Palme d’Or)
- Sundance (World Cinema Grand Jury Prize)
- Toronto (Platform Award)
- Venice (Golden Lion)
Sebagai contoh, jika suatu hari film Indonesia menang di Venice tapi tidak dipilih sebagai wakil resmi dari Indonesia, film tersebut tetap bisa “menyelinap” secara elegan ke Oscar lewat jalur festival. Perubahan lainnya adalah nominasi kini diberikan kepada filmnya langsung, bukan negara. Sutradara akan menerima penghargaan atas nama tim kreatif dan namanya akan terukir di piala bersama judul film.
Dalam kategori casting, jumlah piala yang dapat diberikan bertambah dari maksimal dua menjadi tiga. Sedangkan cabang sinematografi akan membuat daftar pendek tetap sebanyak 20 film dalam voting awal.
Oscar ke-99 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 14 Maret 2027 di Dolby Theatre, Hollywood, dan akan disiarkan ke lebih dari 200 wilayah di seluruh dunia.























