Local  

Pengadaan Fasilitas Museum Marsinah di Nganjuk Diresmikan Prabowo

Persiapan Museum Marsinah di Nganjuk Memasuki Tahap Akhir

Pembangunan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, telah memasuki tahap akhir dan siap diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal Mei 2026. Kesiapan ini ditandai dengan peninjauan langsung infrastruktur dan pemasangan papan informasi estetik oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Nganjuk.

Museum ini tidak hanya menjadi simbol penghormatan bagi Marsinah, seorang pahlawan buruh perempuan, tetapi juga hasil dari kerja sama intensif antara organisasi buruh (KSPSI) dan pemerintah pusat. Saat ini, seluruh fasilitas mulai dari koleksi museum hingga infrastruktur penunjang telah rampung disiapkan untuk memastikan prosesi peresmian berjalan lancar.

Fasilitas dan Penanda Arah yang Siap Digunakan

Gedung museum sudah berdiri kokoh dan dilengkapi dengan koleksi yang berkaitan dengan Marsinah. Selain itu, fasilitas penunjang seperti jalan, penataan lingkungan, taman, penerangan jalan, dan pemasangan papan informasi penunjuk arah telah selesai dipersiapkan.

Kepala Diskominfo Nganjuk, Subani, melakukan peninjauan langsung terhadap pemasangan papan informasi yang menunjukkan arah menuju museum, rumah singgah, serta lokasi makam Marsinah. Ia menyatakan bahwa papan informasi tersebut sudah terpasang mulai dari pintu masuk hingga penunjuk arah ke makam.

Selain berfungsi sebagai penunjuk arah, papan informasi ini didesain secara estetik dengan menyertakan gambar sosok Marsinah dan museum, sehingga diharapkan mampu memperindah dan menambah semarak lingkungan sekitar. Subani menyatakan bahwa pihaknya siap mendukung penuh proses peresmian museum dan monumen rumah singgah Marsinah.

Pengamanan Ketat dan Peninjauan Pembangunan

Sebelumnya, pengamanan ketat telah disiapkan oleh Polres Nganjuk saat kunjungan Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo untuk meninjau progres pembangunan di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Rabu (22/4/2026). Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menegaskan pengamanan dilakukan secara terpadu dengan menempatkan personel di titik-titik strategis, mulai dari lokasi kegiatan hingga jalur penyangga.

Ia menjelaskan bahwa ratusan personel ditempatkan di posisi strategis, baik terbuka maupun tertutup. Kabag Ops Polres Nganjuk, Kompol Ondik Andrianto, menambahkan bahwa personel di lapangan juga melakukan sterilisasi area dan pengawasan intensif melalui pola pengamanan berlapis. “Kami telah menyiapkan pola pengamanan berlapis, termasuk pengamanan jalur dan lokasi kegiatan,” ujarnya.

Rencana Peresmian oleh Presiden

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto direncanakan hadir dalam peringatan May Day 2026 di Monas, Jakarta, sekaligus meresmikan museum Marsinah di Nganjuk pada 2 Mei 2026. Pertemuan tersebut juga membahas isu-isu perburuhan lainnya, termasuk rencana public hearing terkait RUU Ketenagakerjaan dan Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT).

Museum di Tanah Kelahiran Marsinah

Pembangunan Museum dan Rumah Singgah Pahlawan Nasional Marsinah di Nganjuk resmi dimulai pada 27 Desember 2025 lalu. Proyek pembangunan ini ditargetkan berjalan selama empat bulan. Museum dibangun di tanah kelahiran Marsinah, Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Lokasi museum berada persis di samping rumah masa kecil Marsinah.

Koleksi Barang Pribadi dan Dokumen Perjuangan

Nantinya, di dalam museum tersebut akan dipamerkan barang pribadi hingga dokumen perjuangan Marsinah. Sebagai informasi, makam Pahlawan Nasional Marsinah juga berada di kawasan Desa Nglundo.