Greenpeace Indonesia Bergabung dalam Misi Sumud Flotilla ke Gaza



Kapal Greenpeace, Arctic Sunrise, akan bergabung dengan lebih dari 70 kapal dan ribuan aktivis dalam kontingen Global Sumud Flotilla. Misi ini bertujuan untuk menentang blokade bantuan ke Gaza oleh Israel. Dalam konvoi ini, Arctic Sunrise akan memberikan dukungan teknis dan operasional maritim agar kapal-kapal lain dapat melintasi Laut Mediterania dengan aman. Setelah itu, mereka akan melakukan pelayaran terakhir sejauh 200 mil laut menuju daratan Gaza.

Global Sumud Flotilla dijadwalkan berlayar dari Barcelona, Spanyol, pada hari ini, 12 April 2026. Armada akan singgah di Syracuse, Italia, dan Lerapetra, Yunani, sebelum melanjutkan perjalanan ke Gaza. Pada misi April 2026 ini, perwakilan Greenpeace Indonesia turut serta dalam perjalanan bersama aktivis dari sekitar 100 negara. Mereka membawa bantuan simbolik berupa obat-obatan, makanan, dan air bersih.

Leonard Simanjuntak, Kepala Greenpeace Indonesia, menyatakan bahwa keterlibatan Greenpeace dalam konvoi ini merupakan bentuk komitmen terhadap perdamaian dan keadilan lintas sektor. “Genosida di Gaza serta perang ilegal yang dilakukan di Iran dan Lebanon hanya membawa kesengsaraan bagi warga,” ujar Leonard dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 April 2026.

Ia menjelaskan bahwa emisi karbon yang dikeluarkan dari serangan udara dan darat semakin memperparah kondisi iklim. “Partisipasi Greenpeace dalam konvoi Global Sumud Flotilla kali ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam menjaga perdamaian yang dibutuhkan untuk mencapai keadilan menyeluruh, baik dari segi lingkungan, sosial, maupun ekonomi bagi seluruh umat manusia tanpa terkecuali,” tambahnya.

Partisipasi perwakilan Indonesia di dalam Global Sumud Flotilla, kata Leonard, juga menunjukkan kuatnya solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina. Menurutnya, “Hal ini seharusnya menjadi teguran keras bagi pemerintah Indonesia untuk memikirkan ulang keterlibatannya di dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace) dan mengambil sikap tegas terhadap perang di Iran dan Lebanon.”

Sebelumnya, pada September 2025, Global Sumud Flotilla menggelar pelayaran yang diikuti 42 kapal dan 462 orang. Armada tersebut dicegat oleh tentara Israel sekitar 70 mil laut dari Teluk Gaza, dengan laporan gangguan komunikasi dan pembuntutan oleh drone.

Arctic Sunrise telah menjadi bagian dari armada Greenpeace sejak 1995 dan digunakan dalam berbagai kampanye global, mulai dari Antartika hingga Arktik. Kapal sepanjang 50,5 meter ini mampu menampung hingga 30 orang dan dirancang untuk berlayar di perairan es dengan kecepatan maksimum 13 knot.

Beberapa Fakta Penting tentang Kapal Arctic Sunrise

  • Usia Kapal

    Kapal ini telah beroperasi selama lebih dari dua dekade sebagai bagian dari armada Greenpeace. Sejak 1995, Arctic Sunrise telah menjadi simbol perjuangan lingkungan dan keadilan global.

  • Desain dan Fungsi

    Dengan panjang 50,5 meter, kapal ini dirancang untuk berlayar di perairan es, termasuk daerah-daerah yang sangat dingin seperti Arktik dan Antartika. Kecepatan maksimalnya adalah 13 knot, yang cukup cepat untuk navigasi di perairan yang tidak stabil.

  • Fungsi Utama

    Selain menjadi alat transportasi untuk aktivis dan pengamat lingkungan, Arctic Sunrise juga digunakan sebagai tempat untuk menyelenggarakan pertemuan, pelatihan, dan kampanye global. Kapal ini mampu menampung hingga 30 orang, membuatnya ideal untuk misi jangka pendek hingga menengah.

  • Peran dalam Misi Global

    Arctic Sunrise sering kali menjadi pusat perhatian dalam berbagai aksi protes dan demonstrasi. Misalnya, dalam pelayaran tahun 2025, kapal ini menjadi salah satu yang dicegat oleh pasukan Israel, menunjukkan betapa pentingnya peran kapal ini dalam upaya mengangkat isu-isu global.

  • Kontribusi Lingkungan

    Meskipun memiliki kemampuan teknis yang kuat, Arctic Sunrise juga memiliki visi lingkungan yang kuat. Kapal ini sering kali digunakan untuk kampanye anti-pencemaran laut dan perlindungan ekosistem laut.

Tujuan Misi Global Sumud Flotilla

  • Menentang Blokade Bantuan

    Misi ini bertujuan untuk mengangkat isu blokade bantuan ke Gaza oleh Israel. Dengan mengirimkan kapal dan aktivis, mereka ingin menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan harus bisa sampai ke masyarakat yang membutuhkan.

  • Meningkatkan Kesadaran Global

    Melalui partisipasi kapal dan aktivis dari berbagai negara, misi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dunia tentang situasi kemanusiaan di Gaza dan wilayah-wilayah konflik lainnya.

  • Mendorong Perdamaian dan Keadilan

    Misi ini juga bertujuan untuk mendorong pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah dan organisasi internasional, untuk mengambil langkah-langkah yang lebih proaktif dalam menciptakan perdamaian dan keadilan di kawasan yang sedang berperang.

  • Mengedukasi Masyarakat

    Dengan melibatkan aktivis dari berbagai belahan dunia, misi ini juga bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang dampak perang dan konflik terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi.

  • Membangun Solidaritas Internasional

    Partisipasi banyak negara dalam misi ini menunjukkan bahwa isu-isu kemanusiaan dan lingkungan memiliki dampak yang luas dan memerlukan kerja sama global.