Cuaca Ekstrem Masih Mengancam Wilayah DIY
Hujan lebat disertai angin kencang dan petir melanda Kota Yogyakarta dan sekitarnya pada Minggu (5/4/2026) kemarin. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan berbagai bencana di beberapa lokasi. Bagaimana dengan cuaca hari ini, Senin (6/4/2026)? Apakah cuaca ekstrem akan kembali terjadi atau justru cerah?
Berdasarkan ramalan cuaca yang dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan lebat masih berpotensi mengguyur wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari ini.
Perkiraan Cuaca Hari Ini
Pagi hari ini, cuaca wilayah DIY diprediksi cerah berawan. Namun, memasuki siang hingga sore nanti, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi mengguyur wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul bagian utara, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.
Memasuki malam hari, hujan ringan diprediksi akan mengguyur wilayah Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian selatan, dan Gunungkidul bagian selatan. Sementara itu, dini hari nanti seluruh wilayah DIY diprediksi berawan.
Kondisi Suhu dan Kelembapan
Suhu udara diperkirakan berkisar antara 22 – 32 °C dengan kelembapan udara berkisar 65 – 95 persen. Angin bertiup dari arah Tenggara – Barat Laut dengan kecepatan 05 – 20 km/jam.
Untuk gelombang laut di pesisir selatan DIY diperkirakan berkisar antara 1.25 – 2.5 m (kategori sedang).
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
BMKG pada hari ini kembali mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul bagian utara, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara.
Warga yang berada di wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Mereka diminta untuk tetap waspada dan memperhatikan informasi cuaca terkini agar dapat mengambil tindakan pencegahan jika diperlukan.
Rekomendasi dan Persiapan
Beberapa langkah penting yang bisa dilakukan oleh warga adalah:
- Memastikan bahwa rumah dan lingkungan sekitar dalam kondisi aman dari risiko banjir atau longsor.
- Menyimpan perlengkapan darurat seperti senter, makanan siap saji, dan alat komunikasi.
- Menghindari area yang rawan bencana seperti lereng gunung atau daerah dataran rendah saat hujan deras terjadi.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak, terutama saat cuaca ekstrem terjadi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko cedera akibat benda-benda yang terbawa angin atau bahaya lainnya.
Penutup
Dengan perkembangan cuaca yang masih memprihatinkan, masyarakat DIY perlu tetap waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan. BMKG terus memantau kondisi cuaca secara real-time dan memberikan informasi terkini kepada publik. Dengan demikian, semua pihak dapat bersama-sama menjaga keselamatan dan keamanan serta mengurangi dampak buruk dari cuaca ekstrem yang terjadi.
















