Batam  

Jurus Amsakar Achmad Tekan Pengangguran di Batam: Pelatihan hingga Kolaborasi

Pengangguran di Batam
Ilustrasi para pengangguran mencari lowongan kerja di pusat layanan dan pelatihan. (Foto: AI)

Patrolmedia, ​Batam – Wali Kota Amsakar Achmad memapar strategi jitunya dalam menekan angka pengangguran di Batam.

Di tengah tantangan arus migrasi yang tinggi, Batam fokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kolaborasi lintas sektor.

​Hal itu disampaikan Amsakar saat mengikuti presentasi kepala daerah dalam ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah yang digelar secara daring oleh Kemendagri, Rabu (1/4/2026).

​”Batam memiliki tantangan unik. Sebagai daerah dengan daya tarik ekonomi tinggi, arus migrasi ke sini sangat besar. Namun, kami terus berupaya agar pertumbuhan ekonomi selaras dengan ketersediaan lapangan kerja,” ujar Amsakar dari Ruang Rapat Embung Fatimah, Kantor Wali Kota Batam.

​Amsakar memaparkan data pertumbuhan ekonomi Batam yang terus menunjukkan tren positif.

Pada 2024, ekonomi Batam tumbuh di angka 6,69%, dan melonjak menjadi 6,76% pada 2025.

​Pertumbuhan ini berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Angka kemiskinan di Batam tercatat turun drastis dari 4,85% di tahun 2024 menjadi 3,81% pada 2025.

Sejalan dengan itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) juga berhasil ditekan dari 7,68% menjadi 7,57%.

​Amsakar tak menampik bahwa status Batam sebagai magnet pencari kerja menjadi tantangan berat.

Batam masuk dalam jajaran lima besar daerah dengan tingkat migrasi tertinggi di Indonesia, bersaing dengan Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Bandung.

​”Pada 2025, ada selisih sekitar 17.656 jiwa pendatang baru yang masuk ke Batam. Banyak yang datang dengan keterampilan terbatas, sementara industri kita mulai bertransformasi ke arah digital dan manufaktur maju,” kata dia.

​Masalah kesenjangan kompetensi dan persaingan antara tenaga kerja lokal dengan pendatang menjadi perhatian serius Pemko Batam.

​Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemko Batam menjalankan 3 program utama:

  • ​Perencanaan Tenaga Kerja: Memetakan kebutuhan industri masa depan.
  • ​Pelatihan Kerja & Produktivitas: Mengasah skill tenaga kerja agar sesuai kebutuhan pasar.
  • ​Penempatan Tenaga Kerja: Mempercepat akses informasi lowongan kerja kepada masyarakat.

​Amsakar menegaskan, kunci keberhasilan program ini adalah kolaborasi.

Pemko Batam menggandeng sektor swasta, perguruan tinggi, Balai Latihan Kerja (BLK) Kemnaker, hingga lembaga pendidikan vokasi.

​”Kami optimis, dengan memperkuat daya saing tenaga kerja lokal dan sinergi bersama industri, Batam bisa terus menekan angka pengangguran meski arus migrasi terus mengalir,” tutup Amsakar.

 

(Ipl/Ft)