
Ftur menjamin pihak PT Pradana Samudra Lines akan bertanggung jawab penuh kepada para kru yang menjadi korban dalam insiden maut itu.
Perusahaan menanggung santunan, asuransi, hingga seluruh biaya pemakaman korban.
“Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga korban dan mereka telah menerima penjelasan dari perusahaan. Seluruh korban juga dimakamkan di Batam,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Fazzli menyebut pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 17.57 WIB.
“Insiden terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat kapal tugboat sedang menarik kapal kargo Kyparissia,” kata Fazzli.
3 korban meninggal dunia masing-masing Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief, serta Jhonson Bertuahman Damanik yang menjabat kepala kamar mesin (KKM).
Satu korban selamat diketahui bernama M. Habib Ansyari, sementara korban yang masih dicari Yusuf Tankin. Ia bertugas sebagai second engineer.
Tim SAR gabungan terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, Vessel Traffic Service (VTS) Batam, Polairud Polda Kepri, serta pihak PT ASL Batam masih mencari korban hilang di lokasi kejadian.
(Iwn/EN)




















