Patrolmedia, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan ketersediaan stok pangan jelang lebaran Hari Raya Idul Fitri 2026 aman.
Zulhas menyebut harga sembako harus tetap terjangkau dan tidak boleh mengalami kenaikan signifikan.
“Kita memastikan stok pangan jelang lebaran dimonitor secara ketat. Saya diperintah untuk keliling memastikan pangan tersedia, terjangkau, dan harga tidak boleh naik,” ujar Zulhas usai dipanggil Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/3/ 2026), dikutip dari laman Sekretariat Presiden.
Selain soal stok pangan nasional, Zulhas juga memberikan penjelasan mengenai kebijakan impor beras.
Ia menekankan, beras yang diimpor bukan beras umum untuk konsumsi harian masyarakat luas, melainkan kategori beras khusus.
Zulhas mencontohkan beberapa jenis beras khusus yang masuk ke Indonesia, seperti beras Jepang dan beras Basmati.
Menurutnya, jenis beras ini memiliki pangsa pasar yang sangat spesifik, misalnya untuk restoran internasional atau kebutuhan medis.
“Seperti beras Jepang atau Basmati, itu disebut beras khusus. Ada juga beras buat orang yang (menderita) gula. Yang jelas, itu bukan beras yang buat makanan (pokok) kita sehari-hari,” kata dia.
Saat ditanya mengapa Indonesia tidak memproduksi sendiri jenis beras tersebut, Zulhas memaparkan faktor harga dan permintaan pasar.
Ia mengatakan biaya produksi beras tersebut sangat tinggi sehingga harga jualnya tidak ekonomis untuk masyarakat umum.
“Mahal itu, seratus ribu lebih satu kilonya. Siapa yang mau beli? Yang beli kan yang makan di restoran Jepang saja,” tutur Zulhas.
Impor beras khusus ini juga terikat dalam perjanjian bilateral, kata Zulhas, salah satunya dengan Jepang untuk menyuplai kebutuhan restoran otentik di tanah air.
“Memang ada perjanjian kita dengan Jepang, beras yang buat restoran Jepang itu didatangkan dari sana. Itu diperbolehkan,” pungkasnya.
Editor: Fatmi Rahim


















