Polisi Ungkap 10 Kasus Selama Operasi Liong Seligi di Batam

Liong Seligi 2026 di Batam
Satgas Preventif Operasi Liong Seligi 2026 Polda Kepri menyisir sejumlah lokasi keramaian dalam pengamanan perayaan Imlek di Batam, Jumat (13/2/2026). (Foto: Ist)

Patrolmedia, Batam – Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) mencatatkan hasil positif selama Operasi Liong Seligi 2026 di Batam.

Dalam periode sepekan, tepatnya 13 hingga 19 Februari 2026, sebanyak 10 kasus berhasil diungkap kepolisian.

Dari total 10 kasus tersebut, 5 di antaranya jadi Target Operasi (TO) yang telah dipetakan sebelumnya. Sementara itu, 5 kasus lainnya hasil tangkap tangan di lapangan.

“Capaian ini menunjukkan efektivitas langkah preventif dan represif yang dilaksanakan selama Operasi Liong Seligi 2026,” kata Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr Nona Pricillia Ohei, dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).

Selain itu, situasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) dilaporkan kondusif.

Beberapa titik yang menjadi prioritas pengamanan terpantau lancar.

Adapun ruas jalan yang menjadi fokus utama meliputi:

  • Jalan Kintamani (Kecamatan Batam Kota)
  • Jalan Engku Putri (Kecamatan Batam Kota)
  • Jalan Coastarina (Kecamatan Bengkong)

Hingga berakhirnya periode razia tersebut, dilaporkan nihil kecelakaan lalu lintas di titik-titik prioritas tersebut.

Kemudian, Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di sejumlah objek vital dan lokasi wisata di Batam aman terkendali.

Nona menyebut tidak ada gangguan kamtibmas yang menonjol di lokasi-lokasi keramaian.

Sederet lokasi yang diperketat pengamanannya antara lain Vihara Duta Maitreya Monastery, Pelabuhan Internasional Batam Center, Mega Mall Batam Centre, Wahana Wisata Ocarina, hingga Batam Zoo Paradise.

Seluruh lokasi tersebut dilaporkan dalam situasi aman dan kondusif bagi masyarakat.

Dengan berakhirnya razia pengamanan Imlek tersebut situasi dinyatakan aman dan nihil dari kejadian menonjol.

Nona menyebut kesuksesan pengamanan ini merupakan kerja keras seluruh personel serta sinergi lintas instansi.

Partisipasi aktif banyak pihak juga dinilai menjadi kunci utama warga Tionghoa dapat merayakan Imlek dengan rasa aman dan nyaman.

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari tokoh agama hingga para stakeholder.

“Saya berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta stakeholder terkait yang telah bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” kata Irjen Asep.

Meski operasi pengamanan Imlek telah berakhir, Irjen Asep menegaskan jajarannya tidak akan mengendurkan pengawasan.

Polda Kepri berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan demi menjaga stabilitas di wilayah hukum mereka.

“Kami berkomitmen melayani yang terbaik demi terwujudnya keamanan berkelanjutan di wilayah Kepu,” tegasnya.

Selama rentetan razia hampir 2 pekan ini, kepolisian memastikan tidak ditemukan adanya gejolak atau permasalahan krusial di lapangan.

 

(Kml/Ft)