Patrolmedia, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) terus tancap gas dalam mengimplementasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 24.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah tersebar di seluruh penjuru Indonesia melalui skema kemitraan.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci meluasnya jangkauan program ini dalam waktu singkat.
”Dengan kemitraan yang kita lakukan ini membuahkan dan mempermudah Program Makan Bergizi, sehingga hari ini di seluruh Indonesia sudah ada 24.000 SPPG dari Sabang sampai Merauke,” ujar Dadan dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).
Dadan menjelaskan, skema kemitraan sengaja dipilih untuk mempercepat pembangunan infrastruktur layanan di lapangan.
Dengan cara ini, pemerintah tidak perlu bergantung sepenuhnya pada pembiayaan negara hanya untuk pembangunan fisik dapur.
Selain soal kecepatan, Dadan menyoroti efisiensi anggaran.
Ia memaparkan bahwa pihak BGN memberikan insentif sebesar Rp 6 juta per hari untuk setiap SPPG, atau setara dengan Rp 144 juta per bulan.
”Skema ini dinilai jauh lebih efisien dibandingkan apabila pemerintah harus membangun dan mengelola seluruh fasilitas secara mandiri,” tuturnya.
Bagi Dadan, faktor paling krusial dalam program ini adalah waktu.
Ia menyebut keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada seberapa cepat eksekusi dilakukan di tingkat akar rumput.
”Yang paling berharga dari proses kemitraan adalah the winning of time, yaitu kecepatan waktu. Waktu merupakan salah satu faktor di dunia ini yang tidak dapat dikembalikan, bersifat irreversible, dan berjalan satu arah,” tegas Dadan.
Ia bahkan mengutip pesan filosofis terkait pentingnya menghargai waktu agar target nasional dapat tercapai tanpa ada pihak yang dirugikan.
”Karena itu, dalam Al-Qur’an disebutkan Wal ‘Ashr (Demi Waktu). Hal tersebut sangat relevan, sebab dalam pelaksanaan program MBG, apabila tidak dijalankan dengan kecepatan tinggi, saya kira semua pihak akan sangat merugi,” pungkasnya.
(Ipl/Ft)























