Patrolmedia, Batam – Aktivitas penyelundupan di Pelabuhan Sekupang kian marak terjadi. Praktik ilegal ini diduga diotaki seorang pengusaha asal Karimun inisial MZ.
Barang yang diselundupkan tanpa dokumen resmi disebut untuk menghindari pajak pabean.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyelundupan di pelabuhan Sekupang, barang-barangnya didominasi seperti spare part mesin dan berbagai barang lainnya.
Ironisnya, aktivitas ini dilakukan secara terang-terangan pada pagi, siang, hingga sore hari melalui jalur resmi.
Sumber di lapangan menyebutkan bahwa MZ sebelumnya kerap beroperasi melalui Pelabuhan Harbour Bay, Batu Ampar.
Namun, karena aktivitasnya mulai terendus aparat, ia diduga mengalihkan rute pengiriman melalui Pelabuhan Domestik Sekupang.
”Barang-barang itu dibawa ke Tanjung Balai Karimun menggunakan kapal ferry. Setelah tiba di sana, baru didistribusikan kembali ke wilayah lain,” ujar X, sumber yang minta namanya di samarkan.
Maraknya pengiriman barang tanpa dokumen ini memicu spekulasi miring terkait pengawasan di pelabuhan.
Muncul dugaan adanya oknum petugas Bea Cukai yang sengaja ‘tutup mata’ sehingga barang-barang milik jaringan MZ bisa melenggang bebas tanpa pemeriksaan ketat.
”Aktivitas ini sudah berlangsung cukup lama dan dilakukan secara terbuka, namun seolah tak tersentuh oleh aparat berwenang,” lanjut sumber tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bea Cukai Batam maupun instansi terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan kebocoran barang kena pajak tersebut.
Upaya konfirmasi kepada pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pusaran penyelundupan ini juga masih terus dilakukan.
Kondisi di Pelabuhan Sekupang sendiri terpantau tetap berjalan normal di tengah isu miring yang beredar.



















