Universitas Indonesia (UI) menerima suntikan dana abadi sebesar Rp 5 miliar dari Menteri Perumahan dan Pemukiman, Maruarar Sirait. Dana ini akan disalurkan selama 10 tahun ke depan.
Maruarar Sirait menyatakan komitmennya untuk memberikan dana sebesar Rp 500 juta setiap tahunnya guna mendukung berbagai program pengembangan di UI.
“Kami sangat bangga bisa mendukung UI. Saya sangat percaya bahwa sumber daya manusia yang unggul adalah kunci utama bagi kemajuan dan kejayaan sebuah bangsa,” ujar Maruarar Sirait saat berada di Kampus UI Salemba, Jakarta Pusat, pada Senin (8/12/2025).
Ara, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa dana abadi ini bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan murni dari dana pribadinya. Hal ini didorong oleh fakta bahwa ayah, adik, dan anaknya adalah alumni UI.
“Saya bersyukur atas kesempatan yang diberikan Tuhan untuk bisa berkontribusi bagi UI,” tambahnya.
Rektor UI, Heri Hermansyah, menyambut baik bantuan dana abadi ini dan menjelaskan bahwa dana tersebut akan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pengembangan universitas. Prioritasnya meliputi:
Riset dan Inovasi: Dana akan dialokasikan untuk mendukung penelitian-penelitian inovatif yang dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa UI. Ini diharapkan dapat menghasilkan penemuan-penemuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Beasiswa: Sebagian dana akan digunakan untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang kurang mampu. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua mahasiswa, tanpa memandang latar belakang ekonomi, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi di UI.
Pengembangan Pendidikan: Dana akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di UI, termasuk pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, dan penyediaan fasilitas pembelajaran yang memadai.
Heri Hermansyah juga menjelaskan mekanisme pengelolaan dana abadi ini.
“Konsep dana abadi adalah dana pokoknya tidak boleh berkurang. Jadi dana pokoknya itu eternal, abadi. Hasil kelolaannya nanti akan dikelola oleh direktur dana abadi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Heri menambahkan bahwa hasil dari pengelolaan dana abadi akan digunakan untuk:
- Meningkatkan kualitas pendidikan.
- Mendukung riset dan inovasi.
- Melaksanakan program pengabdian masyarakat.
- Memodernisasi infrastruktur yang menunjang pendidikan, riset, dan inovasi.
- Meningkatkan kesejahteraan, termasuk dukungan beasiswa bagi mahasiswa yang membutuhkan.
Saat ini, UI tengah berupaya meningkatkan jumlah dana abadi yang dimiliki, yang saat ini baru mencapai sekitar Rp 200 miliar. Heri menargetkan agar dana abadi UI dapat mencapai Rp 1 hingga Rp 5 triliun dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Dana ini sangat penting untuk mendukung pengembangan UI sebagai universitas riset terkemuka di Indonesia.
Heri berharap inisiatif yang dilakukan oleh Maruarar Sirait dapat menjadi contoh bagi pihak-pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan pendidikan di Indonesia.
“Ini betul bisa jadi role model dan mudah-mudahan ini menjadi bola salju yang kemudian menggelinding. Mudah-mudahan dana abadi UI satu triliun itu bukan lagi mimpi,” pungkas Heri dengan optimis.
Upaya peningkatan dana abadi ini merupakan bagian dari strategi UI untuk menjadi universitas yang mandiri secara finansial dan mampu bersaing di tingkat global. Dengan dukungan dana yang kuat, UI diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat, serta memberikan kontribusi yang signifikan bagi pembangunan bangsa. Selain itu, kemandirian finansial memungkinkan UI untuk lebih fleksibel dalam mengambil keputusan strategis dan berinvestasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur.























