DEWA 9 Desember: Siapa Dalang di Balik Kenaikan Saham?

Panbil Mall


Pergerakan saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) kembali menjadi topik hangat di kalangan pelaku pasar modal pada perdagangan hari Selasa, 9 Desember 2025. Perusahaan kontraktor jasa pertambangan yang memiliki afiliasi dengan Grup Bakrie ini mengalami lonjakan harga yang signifikan, melanjutkan tren fluktuasi yang tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Pada sesi perdagangan pagi, tepatnya pukul 09.34 WIB, saham DEWA tercatat melonjak 28 poin atau sekitar 6,11%, mencapai level Rp486 per saham. Bahkan, kenaikan ini sempat mencapai titik tertinggi harian (High) di Rp496, hampir menyentuh level psikologis Rp500.

Mengenal Lebih Dekat PT Darma Henwa Tbk (DEWA)

Bagi para investor yang baru mengenal emiten berkode DEWA ini, berikut adalah gambaran singkat mengenai profil perusahaan berdasarkan data yang tersedia:

  • Nama Perusahaan: PT Darma Henwa Tbk
  • Kode Saham: DEWA
  • Sektor Industri: Energi (Subsektor: Minyak, Gas & Batu Bara)
  • Bidang Usaha: Jasa Pertambangan (Mining Contractor)
  • Alamat Kantor Pusat: Prosperity Tower Lantai 39, SCBD, Jakarta Selatan.

PT Darma Henwa Tbk telah resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tanggal 26 September 2007 dan saat ini terdaftar di Papan Utama. Fokus utama bisnis perusahaan adalah menyediakan layanan kontraktor pertambangan umum, pekerjaan tanah (earthmoving), serta pembangunan infrastruktur pertambangan.

Struktur Kepemilikan Saham DEWA

Struktur kepemilikan saham DEWA menjadi perhatian, terutama setelah adanya pengumuman perubahan kepemilikan saham baru-baru ini. Berikut adalah daftar pemegang saham utama dengan kepemilikan di atas 5%:

  • PT Andhesti Tungkas Pratama:

    • Memiliki 4,78 miliar lembar saham (11,76%).
    • Perlu dicatat bahwa PT Andhesti Tungkas Pratama baru saja melakukan divestasi sebagian sahamnya pada tanggal 28 November 2025.
  • Goldwave Capital Limited:

    • Memiliki 3,81 miliar lembar saham (9,38%).
  • PT Antareja Mahada Makmur:

    • Memiliki 3,00 miliar lembar saham (7,37%).
  • CIMB Securities Limited:

    • Memiliki 2,59 miliar lembar saham (6,38%).
  • Zurich Asset International Ltd:

    • Memiliki 2,51 miliar lembar saham (6,18%).

Yang menarik, mayoritas saham DEWA, yaitu sebesar 58,93%, dikuasai oleh publik (Non-Warkat). Hal ini menjadikan saham DEWA sangat likuid dan aktif diperdagangkan oleh investor ritel.

Informasi Terkini: Divestasi Saham dan Rencana Public Expose

Pergerakan saham DEWA saat ini dipengaruhi oleh dua faktor utama:

  1. Penjualan Saham oleh PT Andhesti Tungkas Pratama:

    • Dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan pada tanggal 4 Desember 2025, PT Andhesti Tungkas Pratama mengumumkan penjualan sebanyak 335,7 juta lembar saham DEWA dengan harga Rp422 per lembar.
    • Transaksi ini dilaksanakan pada tanggal 28 November 2025 dengan tujuan untuk melakukan divestasi.
    • Harga pasar saham DEWA saat ini (Rp486) telah melampaui harga jual tersebut.
  2. Rencana Pelaksanaan Public Expose:

    • Manajemen PT Darma Henwa Tbk berencana untuk mengadakan Paparan Publik Tahunan (Public Expose) pada hari Rabu, 24 Desember 2025, pukul 16.30 WIB.
    • Acara ini sangat dinantikan oleh para investor untuk mendapatkan informasi langsung mengenai kinerja perusahaan selama tahun 2025 dan strategi yang akan dijalankan di masa depan.

Analisis Transaksi Hari Ini

Lonjakan harga saham DEWA pada hari ini didukung oleh volume transaksi yang signifikan. Data menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar DEWA saat ini mencapai Rp19,86 triliun. Dalam periode satu tahun (52 minggu), saham ini telah menunjukkan pergerakan yang luar biasa, dari titik terendah Rp83 hingga mencapai Rp496 pada hari ini.

Para pelaku pasar disarankan untuk tetap berhati-hati terhadap potensi volatilitas yang tinggi, mengingat rasio P/E (Price to Earning) saham DEWA saat ini berada pada angka 115,50 kali.