Berita  

Endipat Wijaya: Sindiran Donasi Rp 10 Miliar.

Panbil Mall

Pernyataan seorang anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Endipat Wijaya, yang menyoroti perlunya peningkatan peran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam menyebarluaskan informasi terkait upaya pemerintah dalam penanganan bencana di Sumatera, telah memicu berbagai reaksi di kalangan masyarakat.

Dalam rapat kerja bersama Kominfo yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (8/12), Endipat Wijaya menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya Kominfo untuk lebih proaktif dalam mengkomunikasikan berbagai program dan bantuan yang telah disalurkan oleh pemerintah. Menurutnya, kurangnya informasi yang sampai kepada masyarakat menyebabkan upaya pemerintah, termasuk penyaluran bantuan dengan nilai yang signifikan, kurang mendapatkan perhatian yang layak.

“Ke depan, Kementerian Kominfo perlu memahami dan menyadari isu-isu sensitif nasional, serta berperan aktif dalam membantu pemerintah untuk menyampaikan dan memperkuat informasi. Tujuannya adalah agar informasi mengenai upaya pemerintah dapat tersebar luas dan tidak kalah viral dibandingkan dengan inisiatif-inisiatif lain yang muncul dari masyarakat, seperti yang terjadi di Aceh dan Sumatera,” ujar Endipat.

Secara khusus, Endipat menyinggung mengenai aksi penggalangan dana yang berhasil mengumpulkan dana sekitar Rp 10 miliar. Meskipun tidak menyebutkan nama secara eksplisit, banyak pihak meyakini bahwa sindiran tersebut ditujukan kepada konten kreator Ferry Irwandi, yang berhasil mengumpulkan dana publik sebesar Rp 10 miliar dalam kurun waktu 24 jam. Endipat berpendapat bahwa jumlah donasi tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan anggaran negara yang telah dialokasikan untuk penanganan bencana.

“Masyarakat hanya menyumbang Rp 10 miliar. Sementara negara telah mengalokasikan triliunan rupiah ke Aceh. Hal-hal seperti ini perlu menjadi perhatian,” tambahnya.

Lantas, siapakah sebenarnya Endipat Wijaya ini? Berikut profil singkatnya:

  • Latar Belakang dan Pendidikan

    Endipat Wijaya adalah salah satu anggota DPR RI periode 2024–2029 yang tergolong wajah baru. Dengan latar belakang pendidikan teknik dan pengalaman yang cukup lama di sektor industri, ia mewakili Daerah Pemilihan Kepulauan Riau (Kepri). Saat ini, Endipat bertugas di Komisi I DPR yang memiliki lingkup kerja di bidang pertahanan, hubungan luar negeri, komunikasi, informatika, dan intelijen.

    Endipat lahir di Bengkulu pada tanggal 31 Mei 1984. Sejak usia muda, ia dikenal sebagai sosok yang disiplin dan memiliki minat yang besar terhadap dunia sains dan teknologi. Ia menempuh pendidikan menengah di SMA Taruna Nusantara, Magelang, sebuah sekolah yang dikenal menghasilkan banyak pemimpin di Indonesia.

    Pendidikan tingginya diselesaikan di Institut Teknologi Bandung (ITB), dengan meraih gelar Sarjana Teknik Metalurgi pada tahun 2006. Setelah berkarir di dunia industri, ia melanjutkan studi dan memperoleh gelar Magister Manajemen dari Swiss German University pada tahun 2019.
    * Karir di Sektor Industri

    Sebelum terjun ke dunia politik, Endipat Wijaya meniti karir di sektor industri. Ia memulai karir profesionalnya sebagai teknisi di Double A Group, sebuah perusahaan besar yang bergerak di bidang pulp and paper. Pengalaman ini memberinya pemahaman yang mendalam mengenai proses produksi dan manajemen industri berbasis teknologi.

    Selanjutnya, ia melanjutkan karirnya di PT Kaltim Prima Coal (KPC), salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia yang beroperasi di Kalimantan Timur. Pengalaman bekerja di sektor energi dan pertambangan inilah yang kemudian membentuk perspektifnya mengenai pentingnya tata kelola sumber daya alam dan pembangunan berkelanjutan.
    * Terjun ke Dunia Politik

    Endipat Wijaya mulai aktif di dunia politik sejak tahun 2011 melalui Partai Gerindra. Ia dikenal sebagai kader muda dengan basis kompetensi teknis yang kuat dan kemampuan komunikasi publik yang terus berkembang. Dengan rekam jejak tersebut, ia kemudian maju dalam Pemilu Legislatif 2024.

    Pada Pemilu 2024, Endipat berhasil meraih 105.413 suara, menjadikannya peraih suara tertinggi di Dapil Kepulauan Riau. Keberhasilan ini mengantarkannya menjadi Anggota DPR RI periode 2024–2029.
    * Peran di Parlemen

    Di parlemen, Endipat bertugas di Komisi I DPR RI, komisi yang membidangi isu-isu strategis seperti pertahanan negara, hubungan luar negeri, kebijakan digital, keamanan siber, serta intelijen.

    Selain itu, ia juga dipercaya untuk menduduki posisi penting sebagai Wakil Ketua BAKN DPR RI (Badan Akuntabilitas Keuangan Negara), sebuah lembaga internal yang berfungsi untuk memperkuat pengawasan terhadap audit dan pengelolaan keuangan negara. Dalam kapasitas ini, Endipat seringkali menyoroti pentingnya akuntabilitas dan kejelasan tupoksi antar lembaga audit seperti BPK dan BPKP, agar tidak terjadi tumpang tindih fungsi dan potensi konflik dalam pengawasan negara.

Pernyataan Endipat Wijaya mengenai peran Kominfo dalam penanganan bencana di Sumatera telah membuka diskusi mengenai efektivitas komunikasi pemerintah dan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa.