Patrolmedia, Medan – Basarnas kembali menemukan satu korban tewas akibat banjir bandang yang melanda Desa Sibalanga, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).
Penemuan korban ini menambah daftar warga yang menjadi korban bencana alam yang terjadi sejak akhir November lalu.
Korban ditemukan tim gabungan yang melakukan penyisiran di area terdampak longsor.
Saat ditemukan, tubuh korban tertimpa reruntuhan rumah yang sebelumnya hancur akibat banjir bandang dan longsor susulan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan proses menemukan korban membutuhkan waktu panjang karena material longsor menutup sebagian besar area pencarian.
“Sekitar pukul 15.47 WIB, tim berhasil menemukan korban berjenis kelamin laki-laki dalam keadaan meninggal dunia di bawah reruntuhan rumah yang ditimpa material longsor,” ujar Hery dalam keterangannya, Sabtu (6/12/2025).
Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi dari lokasi dengan bantuan peralatan ekstrikasi. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi tanah masih labil.
Hery menjelaskan bahwa jasad korban kemudian dibawa ke RS Tarutung untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Korban langsung diserahkan kepada unsur terkait dan dibawa ke RS Tarutung untuk proses identifikasi,” katanya.
Ia menyebut, proses pencarian korban di hari ke-11 ini bukan pekerjaan mudah. Tim harus menghadapi kondisi medan yang sulit dan cuaca yang tak menentu.
“Pencarian dimulai sejak pagi dengan menyisir lokasi longsoran menggunakan metode kombinasi,” jelasnya.
Metode tersebut meliputi pencarian manual, penggunaan peralatan ekstrikasi, hingga pengawasan titik rawan longsor susulan.
Selain itu, tim juga membagi sektor pencarian agar proses penelusuran lebih efektif.
Setiap sektor dipantau secara berkelanjutan untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat.
Menurut Hery, medan licin menjadi salah satu tantangan utama di lapangan.
Tebalnya tumpukan material longsor juga membuat proses penggalian membutuhkan waktu lebih lama.
Curah hujan yang masih tinggi turut memperlambat proses evakuasi.
Kondisi ini membuat tim harus bekerja dengan ekstra hati-hati untuk menghindari risiko longsor susulan.
Meski begitu, Hery menegaskan bahwa pihaknya tetap berkomitmen melanjutkan pencarian hingga seluruh wilayah terdampak dipastikan aman dan tidak ada korban lain yang tertimbun.
(Kml/Ft)






















