Berita  

Satpam KRL Trauma Nasi Uduk, Viral Usai Kasus Tumbler Tuku

Panbil Mall

Kasus Tumbler Tuku yang Menghebohkan Media Sosial

Kasus hilangnya tumbler Tuku di dalam kereta komuter (KRL) masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Berbagai konten viral terus muncul, termasuk video TikTok yang menampilkan seorang satpam KRL yang tampak ketakutan saat menemukan bungkusan nasi uduk yang tertinggal di rangkaian kereta.

Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @garissmiring, terlihat seorang petugas keamanan KRL menemukan keresek berisi nasi uduk. Ia kemudian bertanya kepada penumpang sekitar apakah ada yang merasa kehilangan barang tersebut. Namun, tidak ada yang mengaku memiliki nasi uduk itu. Perilaku dan ekspresi wajah satpam itu justru menarik perhatian karena tampak seperti sedang trauma akibat kejadian sebelumnya.

“Karena tumbler Anita, nasi uduk bisa bikin satpam panic,” tulis pengunggah video. Video ini pun ramai dikomentari netizen yang menyebut bahwa satpam tersebut terlihat sangat cemas. Mereka juga menunjukkan rasa simpati terhadap petugas yang dianggap terlalu khawatir.

Satpam itu terlihat mondar-mandir sambil memfoto temuan nasi uduknya dan mengirimkannya ke grup WhatsApp kantornya. Netizen banyak yang memberikan komentar sindiran, salah satunya dengan menyebut “Plis jangan dibuka, takutnya sambelnya ilang kan repot lagi.” Hal ini mengacu pada kasus sebelumnya dimana tumbler milik Anita hilang setelah tas hitamnya tertinggal di KRL.

Pengalaman Netizen dengan Petugas KRL

Selain itu, banyak netizen yang bercerita bahwa petugas KRL kini lebih waspada dan sering kali mengingatkan penumpang agar tidak kehilangan barang bawaan mereka. Beberapa dari mereka menyebut bahwa satpam sering kali mengingatkan dengan cara yang agak keras, bahkan sampai menunjuk-nunjuk barang yang ditaruh di atas kepala.

“Satpam bolak-balik ngingetin barang bawaan ampe ditunjuk-tunjuk barang yang di atas kepala itu punya siapa, awas ketinggalan,” tulis akun FRD. Ini menunjukkan bahwa kejadian sebelumnya telah meninggalkan kesan mendalam bagi para petugas dan penumpang.

Awal Mula Kasus Tumbler Tuku

Kasus ini bermula dari keluhan seorang penumpang bernama Anita di platform Threads. Ia mengeluhkan tumbler Tuku miliknya yang tertinggal di KRL dan hilang saat diambil kembali. Tas yang berisi tumbler sempat ditemukan dan didokumentasikan oleh petugas. Namun, saat diambil keesokan harinya di Stasiun Rangkasbitung, hanya tersisa cooler bag tanpa tumbler Tuku di dalamnya.

Petugas KAI yang dituding, Argi, sempat menawarkan penggantian kerugian. Namun, upaya tersebut ditolak oleh suami pemilik tumbler. Drama ini kemudian berujung pada kabar simpang siur bahwa Argi telah kehilangan pekerjaannya.

Pernyataan Resmi dari PT Kereta Api Indonesia

Merespons kehebohan di media sosial, PT Kereta Api Indonesia (Persero) segera memberikan klarifikasi. Perusahaan memastikan bahwa petugas Argi tidak dipecat dan akan tetap bertugas. Kedua belah pihak yang terlibat juga telah mencapai kesepakatan damai secara kekeluargaan.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan komitmen perusahaan untuk melindungi karyawannya. “Setiap Insan KAI berkomitmen melayani pelanggan dengan dedikasi yang tinggi. Pada saat yang sama, perusahaan berkewajiban melindungi dan memberikan dukungan kepada seluruh pekerja dalam menjalankan peran mereka. Argi tetap menjadi karyawan KAI Group serta bagian dari garda terdepan pelayanan. Terus semangat bertugas dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” ujar Bobby, Kamis (27/11).