Kondisi Sekolah Pasca Ledakan

Aktivitas belajar mengajar di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Senin (10/11) pagi berlangsung secara daring usai insiden ledakan yang terjadi di lingkungan sekolah tersebut. Pantauan di lokasi pukul 07.35 WIB menunjukkan suasana sekolah tampak lengang tanpa kehadiran siswa. Sekolah tampak sepi dan tidak ada aktivitas seperti biasanya.
Jalan masuk menuju area sekolah yang sebelumnya ditutup kini sudah kembali dibuka dan dapat dilalui kendaraan. Tidak tampak lagi mobil Brimob berjaga di sekitar lokasi, namun sejumlah aparat TNI masih terlihat berada di dalam area sekolah.

Meski pembelajaran dilakukan secara daring, beberapa guru tetap hadir ke sekolah untuk memantau kondisi lingkungan dan berkoordinasi terkait kegiatan belajar jarak jauh.
Tak lama berselang, sebuah mobil petugas psikologi kepolisian dari SSDM (Staf Sumber Daya Manusia) Mabes Polri juga terlihat tiba di lokasi. Mereka pun langsung masuk ke dalam area sekolah untuk memberikan bantuan psikologis kepada para siswa dan staf.

Sebelumnya, terjadi ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11). Insiden tersebut menyebabkan puluhan siswa mengalami luka bakar dan gangguan pendengaran.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebutkan bahwa pembelajaran di SMAN 72 akan diselenggarakan secara daring pada Senin. Hal ini dilakukan juga sembari menunggu perbaikan fasilitas sekolah yang terdampak ledakan.
“Ya, nanti sebenarnya tidak bisa kita pastikan kapan (untuk mengevaluasi). Nanti kita lihat. Memang mulai hari Senin besok sementara masih akan online sambil juga memperbaiki kerusakan di masjid ya,” ucap Mu’ti, kemarin.

“Tapi saya kira secara umum, melihat kondisi anak-anak yang tadi saya temui, sepertinya tidak perlu waktu lama. Mudah-mudahan semuanya bisa, bisa kembali normal dan juga bisa belajar sebagaimana mestinya,” sambung dia.
Adapun layanan psikososial akan dilakukan melalui dua pendekatan.
“Ada dua yang kita lakukan. Jadi yang pertama, ada yang memang kita berikan nanti di rumah, lewat visit,” kata Mu’ti.
“Ada relawan-relawan psikososial yang akan membantu kami, baik dari kementerian maupun juga dari layanan masyarakat yang memang memiliki kepedulian untuk menangani masalah ini,” tutupnya.
Upaya Pemulihan dan Dukungan Psikologis
Setelah insiden ledakan, pihak sekolah dan instansi terkait telah melakukan langkah-langkah pemulihan. Salah satunya adalah penggunaan metode pembelajaran daring sebagai solusi sementara hingga fasilitas sekolah kembali pulih.
Selain itu, diperlukan adanya dukungan psikologis bagi para siswa dan staf sekolah yang terkena dampak kejadian tersebut. Tim psikolog dari berbagai instansi telah turun tangan untuk memberikan bantuan dan konseling.
Pembelajaran daring bukan hanya menjadi solusi akademik, tetapi juga menjadi langkah untuk menjaga kesehatan mental siswa. Dengan demikian, proses belajar tetap bisa berjalan meskipun dalam kondisi yang tidak ideal.
Beberapa guru juga tetap hadir di sekolah untuk memastikan semua prosedur berjalan dengan baik dan siap memberikan dukungan jika diperlukan.
Dalam hal ini, partisipasi masyarakat dan relawan sangat penting. Banyak pihak yang peduli dan ingin membantu meringankan beban siswa dan keluarga mereka. Dengan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, diharapkan kondisi dapat segera pulih dan kehidupan sekolah kembali normal.























