Berita  

Sekolah di Pamekasan Disegel, Siswa: Kami Ingin Sekolah Seperti Dulu

Panbil Mall



PAMEKASAN,

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tamberu 2 di Desa Tamberu, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan, telah ditutup selama sebulan tanpa ada penyelesaian dari pihak terkait. Penyegelan ini dilakukan oleh ahli waris pada Minggu, 19 Oktober 2025. Sampai saat ini, 111 siswa harus belajar dalam ruang tenda darurat yang disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Raya, salah satu siswa SDN Tamberu 2, mengungkapkan keinginannya untuk kembali belajar di dalam kelas. Ia berharap bisa kembali seperti dulu, ketika belajar di ruang kelas yang nyaman dan tenang.

“Kami ingin sekali belajar di kelas seperti dulu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keinginan tersebut juga didambakan oleh teman-temannya. Mereka berharap dapat belajar dengan lebih nyaman dan aman.

Lia, siswa lainnya, juga menyampaikan keinginan yang sama. Ia mengatakan bahwa belajar di tenda tidak nyaman. Ia merindukan suasana belajar di dalam kelas.

“Di sini tidak nyaman. Saya ingin belajar di kelas. Tapi mau gimana lagi,” ujarnya.

Lia berharap agar sekolah tidak ditutup lagi, karena kondisi di tenda sangat tidak enak. Terutama saat hujan, tenda menjadi becek dan air masuk. Saat cuaca panas, debu berterbangan dan membuat suasana tidak nyaman.

Orang tua siswa, Hari, sangat berharap agar masalah di SDN Tamberu 2 segera diselesaikan oleh pemerintah. Ia meminta pihak berwenang bertindak cepat agar anak-anak tidak telantar.

“Kami sangat berharap pemerintah bertindak jangan dibiarkan anak telantar. Ahli waris segera dipanggil untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Hari mengkhawatirkan kondisi siswa yang belajar di tenda saat musim hujan. Air sering masuk ke dalam tenda, sedangkan tanah di sekitar tenda berlumpur dan sampah berserakan.

Ahli waris, Ach Rasyidi, menyampaikan bahwa sejak penyegelan, tidak ada koordinasi dari pemerintah, baik dari pihak kecamatan maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud).

“Tidak ada koordinasi sama sekali dengan kami sampai hari ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala SDN Tamberu 2, Angga Diyan Kristiawan dan Kepala Disdikbud Pamekasan, Mohamad Alwi, menolak memberikan keterangan saat dikonfirmasi. Bahkan, sejumlah guru dilarang memberikan informasi terkait situasi ini.

Akibat penyegelan, 111 siswa SDN Tamberu 2 terpaksa belajar dalam satu tenda yang dibagi menjadi tiga kelas. Setiap bangku ditempati oleh tiga siswa. Penyegelan ini dilakukan oleh ahli waris yang menutup pintu pagar sekolah dengan alasan belum adanya ganti rugi tanah dari pemerintah.