Berita  

Pemkab Halmahera Selatan Dianugerahi Penghargaan oleh Balai Bahasa Maluku Utara

Panbil Mall

Pemkab Halmahera Selatan Dianugerahi Penghargaan oleh Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan kembali mendapatkan apresiasi dari Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara. Penghargaan ini diberikan dalam rangka malam puncak Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025 yang berlangsung di Lapangan Ngara Lamo, Kota Ternate, pada Sabtu (8/11/2025). Acara ini menjadi momen penting dalam upaya menjaga keberlanjutan bahasa daerah di wilayah tersebut.

Wakil Bupati Halmahera Selatan, Helmi Umar Muchsin, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan bahasa lokal. Menurutnya, bahasa daerah tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi media transmisi pengetahuan dan identitas budaya masyarakat Halmahera Selatan.

“Kami melihat bahasa daerah sebagai bagian dari warisan budaya yang harus terus dilestarikan,” ujar Helmi dalam pernyataannya, Minggu (9/11/2025).

Salah satu indikator utama dalam meraih penghargaan ini adalah program revitalisasi Bahasa Bacan yang dilaksanakan secara sistematis melalui pendekatan pendidikan partisipatif. Program ini bertujuan untuk memastikan generasi muda dapat menguasai dan menggunakan bahasa daerah dengan baik.

Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara bersama Dinas Pendidikan Halmahera Selatan juga menggelar bimbingan teknis bagi pengajar utama bahasa daerah pada periode 23–26 Juni 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru dalam mengajarkan bahasa daerah, dengan memadukan teori linguistik dan praktik edukasi lapangan.

Helmi mengungkapkan rasa syukurnya atas penghargaan yang diraih. Ia menekankan bahwa penghargaan ini bukan hanya hasil kerja pemerintah, tetapi juga buah dari kolaborasi antara masyarakat, guru, siswa, orang tua, serta komunitas adat yang aktif merawat bahasa ibu di berbagai lingkungan.

“Penghargaan ini milik seluruh warga, guru, siswa, orang tua serta komunitas adat yang merawat bahasa ibu di rumah, sekolah dan ruang publik,” kata Helmi.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kesinambungan program agar bahasa daerah terus hidup di tengah perubahan zaman. Pemkab Halmahera Selatan akan memperkuat program muatan lokal bahasa daerah dan memperluas pengaruhnya hingga ke tingkat desa-desa.

“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan rasa bangga dan percaya diri menggunakan bahasa Bacan serta bahasa lokal lainnya,” tambahnya.

Menurut Helmi, pelestarian bahasa bukan hanya tentang komunikasi, tetapi juga bagian dari pembangunan karakter generasi muda. Ia berharap literasi bahasa daerah di Halmahera Selatan terus dikembangkan.

“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan rasa bangga dan percaya diri menggunakan bahasa Bacan serta bahasa lokal lainnya.”

“Bahasa adalah jembatan peradaban. Dengan menjaganya, kita sedang menjaga identitas dan martabat masyarakat,” tutupnya.