Perubahan Dramatis di Atalanta Setelah Kehilangan Gasperini
Kehidupan Atalanta tanpa pelatih Gian Piero Gasperini telah berubah menjadi tantangan besar. Dengan kepemimpinan Gasperini sejak musim 2016-2017, La Dea berhasil menjadi salah satu tim papan atas Serie A. Selama sembilan musim, Gli Orobici bahkan mampu meloloskan diri ke Liga Champions sebanyak empat kali.
Musim ini, Gasperini memutuskan untuk bergabung dengan AS Roma, dan Atalanta memilih Ivan Juric sebagai penggantinya. Namun, performa klub juara Liga Europa 2023-2024 itu langsung menurun tajam. Dalam sembilan pekan pertama Liga Italia, Atalanta hanya meraih dua kemenangan. Meskipun sempat tak terkalahkan hingga bulan Oktober, hasil yang diperoleh tidak cukup memuaskan.
Juric mulai diisukan akan dipecat karena dianggap merusak fondasi yang dibangun oleh Gasperini. Saat ini, Gasperini sendiri sedang bersinar bersama AS Roma yang kini memimpin klasemen Serie A. Sementara itu, posisi Juric semakin goyah setelah Atalanta mengalami dua kekalahan beruntun di pekan ke-10 dan 11.
Pada pekan ke-10, Atalanta kalah 0-1 dari Udinese. Di pekan ke-11, mereka kembali kalah 0-3 dari Sassuolo pada hari Minggu (9/11/2025). Bahkan, kekalahan tersebut terjadi di kandang sendiri. Kesuksesan Juric membawa Atalanta mengalahkan Marseille di Liga Champions empat hari sebelumnya langsung terlupakan.
Media Italia kini melaporkan bahwa Atalanta serius mempertimbangkan pemecatan Juric. Nama Raffaele Palladino, Roberto Mancini, atau Thiago Motta disebut-sebut sebagai calon pengganti. Setelah kekalahan dari Sassuolo, Juric tidak membantah kemungkinan dirinya akan di-PHK.
“Pelatih selalu harus bertanggung jawab,” ujarnya dalam jumpa pers seperti dikutip dari Tuttomercatoweb. “Penampilan pemain mengganggu saya secara emosional. Saya kaget karena kami bermain sangat bagus melawan Marseille.”
“Saya tidak bisa menjelaskan mengapa kami kolaps hari ini. Kami tidak memahami pertandingan dengan baik.”
Sejak awal, penunjukan Ivan Juric sebagai pengganti Gasperini membuat banyak orang bertanya-tanya. Juric memiliki hubungan baik dengan direktur teknik Atalanta, Tony D’Amico, ketika mereka masih bekerja sama di Hellas Verona pada 2019-2021. Ia juga pernah menjadi asisten Gasperini di Inter Milan pada 2011 dan Palermo pada 2012.
Atalanta mungkin berharap Juric bisa melanjutkan filosofi Gasperini. Namun, ada fakta yang tidak bisa dibantah: Juric sering dipecat selama kariernya sebagai pelatih. Ia pernah didepak oleh Genoa sebanyak dua kali pada 2017, lalu diberhentikan oleh Verona pada 2021 dan Torino pada 2024.
Musim lalu, Juric gagal total saat menangani dua klub. Pada 18 September 2024, ia ditunjuk menjadi pelatih AS Roma menggantikan Daniele De Rossi. Namun, Juric dipecat pada 10 November karena hasil buruk. Ia kemudian dikontrak selama 18 bulan oleh Southampton pada 21 Desember.
Di bawah asuhannya, Southampton menjadi tim yang paling cepat terdegradasi sepanjang sejarah Premier League. Sehari setelah Soton turun divisi pada 6 April lalu, Juric mengundurkan diri dari jabatannya.
Sampai Senin (10/11/2025) pagi WIB, belum ada pengumuman resmi soal pemecatan Juric. Jika Atalanta benar-benar menjatuhkan vonis PHK, Juric akan menjadi pelatih keempat yang kehilangan pekerjaannya pada musim ini. Ia menyusul Igor Tudor (Juventus), Patrick Vieira (Genoa), dan Stefano Pioli (Fiorentina).























