Berita  

PGRI Masbagik Rayakan HGN dan HUT ke-80, Tumbuhkan Rasa Kepedulian dan Apresiasi untuk Guru

Panbil Mall

Perayaan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI di Kecamatan Masbagik

Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), PGRI Kecamatan Masbagik kembali menggelar serangkaian kegiatan rutin tahunan sebagai bentuk kebersamaan dan apresiasi terhadap perjuangan para guru. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi seluruh anggota PGRI untuk menunjukkan dukungan dan rasa hormat terhadap profesi yang mulia ini.

Ketua PGRI Kecamatan Masbagik, Paozin, S. Pd, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini bukanlah yang pertama kali diadakan. Setiap tahun, PGRI Masbagik secara konsisten menggelar kegiatan serupa dengan tujuan untuk mempererat hubungan antaranggota, menjaga solidaritas dan soliditas dalam wadah organisasi guru terbesar di Indonesia tersebut.

“Kegiatan seperti ini sudah menjadi agenda rutin kami setiap tahun. Tujuannya adalah untuk terus memperkuat rasa kebersamaan, menjalin solidaritas, dan menjaga soliditas di antara sesama anggota PGRI Kecamatan Masbagik,” ujarnya.

Dalam momentum HGN dan HUT ke-80 kali ini, PGRI Kecamatan Masbagik juga menyelenggarakan berbagai lomba di bidang olahraga dan seni, yang menjadi wadah bagi guru untuk menyalurkan bakat sekaligus mempererat tali persaudaraan antar sekolah. Kegiatan dibuka secara resmi hari ini yang sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan tali asih kepada para kepala sekolah dan guru yang akan memasuki masa purna tugas tahun ini.

Apresiasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kecamatan Masbagik, Mahsun, S.Pd, dalam sambutannya memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh guru dan kepala sekolah atas dedikasi, pengabdian, serta perjuangan mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa.

“Terima kasih atas pengabdian dan kerja keras para guru serta kepala sekolah selama ini. Tanpa perjuangan Bapak dan Ibu, pendidikan di Kecamatan Masbagik tidak akan bisa berkembang seperti sekarang,” ungkapnya.

Mahsun juga menyoroti pentingnya rasa aman bagi para guru dalam melaksanakan tugasnya. Ia menegaskan bahwa guru tidak akan bisa mengajar dengan tenang apabila masih merasa tidak aman dalam bekerja.

“Bagaimana guru bisa mengajar dengan baik kalau merasa tidak aman? Karena itu, kita semua harus memastikan guru-guru kita mendapatkan rasa aman dan nyaman dalam menjalankan pengabdian mereka,” tegasnya.

Apresiasi dari Ketua PGRI Kabupaten Lombok Timur

Selain itu, Ketua PGRI Kabupaten Lombok Timur mengungkap juga apresiasi kepada PGRI Kecamatan Masbagik yang setiap tahun aktif dalam memeriahkan HGN dan HUT PGRI dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari santunan anak yatim dan pemberian penghargaan bagi guru-guru yang purna tugas.

“Kami sangat apresiasi kecamatan masbagik yang selalu menjalin dan menguatkan solidaritas dan soliditas terhadap sesama guru di kecamatan masbagik,” Ungkapnya.

Ia juga mengharapkan melalui kegiatan ini, diharapkan semangat persaudaraan, solidaritas, dan penghargaan terhadap profesi guru semakin tumbuh di tengah masyarakat. Momen HGN dan HUT PGRI ke-80 menjadi pengingat bahwa guru bukan hanya pendidik, tetapi juga pejuang tanpa pamrih yang terus berjuang demi masa depan bangsa.

Berbagai Aktivitas yang Dilakukan

PGRI Kecamatan Masbagik juga menggelar berbagai lomba yang mencakup bidang olahraga dan seni. Aktivitas ini menjadi sarana bagi guru untuk menunjukkan bakat mereka sambil memperkuat ikatan persaudaraan antar sekolah. Lomba-lomba ini tidak hanya bertujuan untuk hiburan, tetapi juga menjadi ajang untuk saling mengenal dan meningkatkan kerja sama antar guru.

Selain lomba, PGRI Kecamatan Masbagik juga mengadakan acara santunan bagi anak yatim dan pemberian penghargaan kepada guru-guru yang akan memasuki masa purna tugas. Acara ini menjadi simbol penghargaan atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam dunia pendidikan.