Berita  

Yusuf Hamka Selamatkan Uya Kuya, Cerita Haru Pasca-Rumah Dirusak

Panbil Mall

Pengalaman Traumatis Uya Kuya Saat Rumahnya Dijarah Massa

Selebriti Uya Kuya akhirnya buka suara tentang momen rumahnya dijarah sebagai dampak dari kemarahan masyarakat. Video joget-jogetnya saat Sidang Paripurna membuatnya dinonaktifkan dari jabatannya sebagai anggota Komisi IX DPR RI.

Dalam sebuah tayangan di saluran YouTube-nya, Uya mengungkapkan pengalaman paling mencekam dalam hidupnya. Ia mengisahkan bagaimana pengusaha Yusuf Hamka datang langsung untuk menyelamatkannya saat rumahnya dijarah oleh massa dan dirinya terpaksa bersembunyi di apartemen.

Bagaimana Yusuf Hamka Menyelamatkan Uya Kuya?

Dalam sesi wawancara bersama Denny Sumargo, Uya menceritakan detik-detik yang membuatnya trauma. Selain penjarahan, ia juga didatangi banyak orang di apartemen yang mencari dirinya. “Saya paling trauma pada saat di apartemen. Orang-orang di bawah teriak-teriak ‘Uya Kuya Uya Kuya’. Itu kayak banyak banget orangnya,” kenang Uya.

Pada kesempatan itu, Uya juga membantah bahwa dirinya pergi ke luar negeri saat penjarahan terjadi. Saat itu, suami Astrid Kuya tersebut mencoba menyelamatkan kucing-kuncingnya tetapi akhirnya pasrah karena melihat situasi di luar.

Ketika Uya dilanda panik karena takut mengganggu tetangga dan keluarganya kebingungan, telepon dari Yusuf Hamka datang untuk menawarkan bantuan. Atas bantuan itu, Uya mengaku salut karena pengusaha tersebut mau mengambil risiko untuk membantu keluarganya.

“Justru saya malah salutnya Pak Yusuf Hamka adalah beliau nih orang yang baik, berani mengambil risiko pada saat itu justru. Dia nyetir sendiri masuk ke dalam apartemen saya yang pada saat itu masih ada beberapa orang di luar,” tutur Uya.

Disembunyikan Yusuf Hamka Selama Seminggu

Setelah rumahnya dijarah, Uya menerima telepon dari Yusuf Hamka pada pagi hari menjelang subuh. Kemudian, Yusuf menjemput Uya di basement apartemen tanpa sopir dan mengantarnya ke tempat aman.

“Pak Yusuf jemput saya ke basement, nungguin saya sejam di bawah. Saya turun lewat tangga darurat dan saya dibawa ke satu tempat,” ungkapnya.

“Tapi habis itu saya minta saya enggak mau ganggu Pak Yusuf kan saya sempat pergi dulu di tempat yang bukan tempat dia. Tapi besoknya saya ketemu lagi sama dia di masjid Istiqal dan dia udah, ‘Lu ikur sama gua aja’. Akhirnya saya ditempatkan di satu tempat lah,” sambung Uya.

Uya tinggal di lokasi perlindungan selama sepekan penuh. Yusuf menolak memberi tahu siapa pun demi menjaga keselamatan.

“Pak Yusuf tuh selama 7 hari lebih dia hampir tiap hari nyupirin saya nyupir sendiri. Nah, karena dia enggak mau juga orang-orang tahu Uya di mana,” katanya.

Menurut Uya, Yusuf bertindak semata karena kemanusiaan dan terkenang peristiwa kerusuhan 1998 ketika banyak orang Tionghoa diselamatkan oleh pribumi. Menurut pengusaha itu, sekarang saatnya membantu orang lain.

Pelajaran dan Rasa Syukur

Uya menyebut peristiwa itu sebagai pelajaran hidup yang tak terlupakan. Ia belajar pentingnya bertindak cepat dan berhati-hati di era media sosial.

Kini, ayah dua anak itu merasa perlu cepat-cepat klarifikasi ketika dirinya dirugikan oleh konten media sosial.

“Tapi saya belajar dari pengalaman ini sih. Belajar pertama adalah tidak boleh terlalu positive thinking. Kedua, kita harus cepat-cepat klarifikasi kalau andai kita difitnah gitu,” ujarnya.

Menurut penuturan Uya, aksi joget-jogetnya direkam dan diikuti dengan konten TikTok yang seolah membuatnya mengatakan bahwa gaji Rp 3 juta kecil.

“Padahal satu patah kata pun setelah joget yang di DPR itu saya tidak ngomong apa-apa. Sepatah kata pun,” ujarnya.

Pada awalnya, ia tidak menyangka video-video di media sosial akan menimbulkan kemarahan sebesar itu hingga rumahnya bersama keluarga dijarah.

Setelah mengalami penjarahan, Uya mendapat dukungan emosional dan ucapan selamat dari orang-orang yang ditemuinya beberapa hari kemudian.