Tragedi Banjir Bandang di Sungai Genting, Enam Mahasiswa UIN Walisongo Tewas Terseret Arus
Tragedi yang menimpa enam mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang menjadi perhatian masyarakat setelah mereka tewas dalam banjir bandang yang terjadi di Sungai Genting, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kejadian ini berawal saat para mahasiswa sedang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka datang ke lokasi wisata Tubing Genting di Dusun Jolinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, sebagai bagian dari tugas mereka.
Pada saat kejadian, sebanyak 15 mahasiswa hadir di lokasi tersebut. Namun, hanya sembilan orang yang berada di area tepian sungai dan berhasil menyelamatkan diri ketika banjir bandang tiba. Sementara itu, enam orang lainnya terseret arus dan akhirnya meninggal dunia. Peristiwa tragis ini terjadi pada pukul 13.30, saat air tiba-tiba meluap dan menghancurkan tempat-tempat yang ada di sekitar sungai.
Daftar Korban Meninggal
Berikut adalah daftar nama enam korban yang meninggal dalam insiden tersebut:
Riska Amelia
Mahasiswi Jurusan Hukum Keluarga Islam (FSH).
Jasadnya ditemukan pada Selasa (4/11/2025) pukul 14.13.
Warga Pemalang.Muhammad Labib Rizqi
Mahasiswa Jurusan Hukum Keluarga Islam (FSH).
Jasadnya ditemukan pada Selasa (4/11/2025) pukul 15.58.
Warga Pekalongan.Syifa Nadilah
Mahasiswi Jurusan Hukum Keluarga Islam (FSH).
Jasadnya ditemukan pada Selasa (4/11/2025) pukul 16.07.
Warga Pemalang.Bima Pranawira
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika (FST).
Jasadnya ditemukan pada Rabu (5/11/2025) pukul 08.13.
Warga Gresik, Jawa Timur.Muhammad Jibril Asyarofi
Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika (FST).
Jasadnya ditemukan pada Rabu (5/11/2025) pukul 09.25.
Warga Jepara.Nabila Yulian Dessi Pramesti
Mahasiswi Jurusan Hukum Keluarga Islam (FSH).
Jasadnya ditemukan pada Rabu (5/11/2025) pukul 22.00.
Warga Bojonegoro, Jawa Timur.
Jenazah Nabila ditemukan di bawah Jembatan Blanten, Desa Banyuringin, Kecamatan Singorojo. Menurut informasi warga, jenazah ditemukan tersangkut batu setelah seseorang yang sedang memancing menemukannya. Jenazah Nabila kemudian dibawa ke RSUD dr Soewondo Kendal untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kesaksian Rekan dan Pelaku Evakuasi
M Yuzrul Rizanul Muna, salah satu mahasiswa KKN UIN Walisongo yang ikut serta dalam proses evakuasi, mengungkapkan bahwa para korban awalnya tidak naik perahu, tetapi sedang bermain air di sekitar sungai. Saat banjir bandang terjadi, mereka terjebak di tengah aliran air yang deras.
“Yang sembilan itu, semua sudah dievaluasi untuk pulang ke rumah atau ditarik pihak kampus,” kata Yuzrul. Ia juga menyampaikan bahwa beberapa dari mereka mencoba membantu, tetapi malah ikut terseret arus.
Rekan sekelas Nabila menyebutkan bahwa ia dikenal sebagai sosok yang ceria dan ramah. Meskipun banyak yang enggan disebutkan namanya, mereka berharap agar keluarga korban bisa segera bangkit dari duka ini.
Lokasi dan Proses Penyelamatan
Kejadian ini terjadi di lokasi wisata Tubing Genting, yang biasanya digunakan oleh pengunjung untuk bermain air. Namun, situasi berubah drastis saat banjir bandang datang. Para korban awalnya berada di dekat sungai, tetapi tiba-tiba terbawa arus yang sangat kuat.
Menurut laporan, jenazah korban ditemukan kurang lebih 5 kilometer dari lokasi awal hanyut. Proses pencarian dilakukan oleh petugas gabungan dan warga sekitar, dengan bantuan alat-alat penyelamatan yang tersedia.
Ilustrasi korban banjir bandang di Sungai Genting.
Para mahasiswa UIN Walisongo saat menjalani program KKN.























