
BP Batam pun menetapkan 3 fokus utama investasi untuk mencapai target itu, sebagai berikut:
1. Hub Logistik dan Perdagangan Global
- Memperkuat posisi Batam sebagai simpul utama lalu lintas barang dan jasa melalui modernisasi pelabuhan dan bandara, serta pengembangan jasa keuangan dan perdagangan internasional.
2. Industri Berbasis Teknologi dan Nilai Tambah Tinggi
- Mendorong investasi di sektor manufaktur maju seperti kedirgantaraan serta mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital dan industri kreatif sebagai sumber inovasi baru.
3. Kawasan Ekonomi Baru dan Industri Jasa Modern
- Mengembangkan kawasan dan sebagai pusat industri masa depan, sekaligus membangun sektor pariwisata kesehatan terpadu dan waterfront city berstandar internasional.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad percaya diri Batam menawarkan keunggulan komparatif dan geografis yang tak tertandingi.
“Posisi strategis ini, dikombinasikan dengan insentif fiskal yang kompetitif dan ekosistem industri yang matang, menjadikan Batam gerbang ideal menuju pasar internasional,” kata Amsakar.
“Kami sedang mengubah potensi Batam menjadi kinerja ekonomi yang nyata. Dunia internasional mulai memperhatikan, Pemerintah Pusat pun telah memberikan perhatian pada Batam, ini menjadi momentum yang harus kita ambil bersama untuk meraih capaian investasi dan target kinerja ekonomi,” lanjutnya
Ia mengajak semua pihak bersama menjaga iklim investasi yang kondusif dan nyaman bagi para pelaku usaha.
“Agar terciptanya Batam sebagai rantai pasok ekonomi dan investasi yang inklusif untuk masyarakat sejahtera dan masa depan emas Indonesia,” katanya.
Pelaku usaha turut memberikan perspektif yang sejalan dengan capaian ini.
Dr. Rafki Rasyid, Ketua APINDO Batam mengatakan kebijakan yang tepat dapat membuat pertumbuhan ekonomi tumbuh positif.
“Pertumbuhan ekonomi Batam, membuktikan iklim investasi yang solid, didukung kebijakan tepat dan infrastruktur yang terus membaik,” kata Rafki.
Ia berharap tren positif itu terus berlanjut, hingga Batam dapat menjadi katalisator pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional.
Editor: Erwin Syahril




















