China Pamerkan Sederet Senjata Canggih di Parade Militer, Ini Daftarnya

Parade Militer
DF-5C – Rudal Balistik Antarbenua Bertenaga Cair
Parade militer china
Senjata Laser Bertenaga Tinggi, L-1. Senjata ini dirancang untuk melumpuhkan drone, rudal, dan perangkat optik lawan dengan energi tinggi dan presisi yang akurat. (Foto: Screenshot/Kanal Prabowo Subianto) 

2. Senjata laser 

Negeri tirai bambu ini juga mengembangkan senjata laser sebagai pertahanan terhadap serangan pesawat drone.

Sistem anti drone yang dipamerkan di parade militer yaitu:

  • Meriam rudal antidrone
  • Senjata laser berenergi tinggi
  • Senjata gelombang mikro berdaya tinggi

Media pemerintah China menyebut rangkaian ini dinamakan sebagai “tiga serangkai” sistem anti drone militer.

Senjata tersebut di produksi sebagai ambisi China untuk memimpin teknologi perang modern.

3. Drone

  • Drone amfibi yang dapat beroperasi di bawah air dan udara
  • Drone pengintaian dan menyerang target
  • Helikopter tanpa awak yang dirancang untuk diluncurkan dari kapal
  • Sistem laut tanpa awak meliputi kapal selam, kapal permukaan, dan sistem peletakan ranjau.

Disamping Parade militer, China juga mempromosikan senjata canggih buatannya. Senjata tersebut jadi ajang jual beli untuk pertahanan negara, sebagaimana dilansir BBC, Rabu (3/9/2025).

“Ini pada dasarnya adalah promosi penjualan senjata dalam skala besar,” kata analis militer di Forum Pasifik, Alexander Neill.

Salah satu negara pelanggan senjata pasokan China yaitu Myanmar, sebagai pelanggan setianya.

Parade ini juga membuka peluang bagi calon pembeli baru termasuk pembeli lama, strategi yang dinilai sebagai cara Beijing memperluas pengaruh geopolitiknya.

Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un terlihat berdampingan bersama menuju teras utama menyaksikan parade militer.

Ketiga pemimpin dunia ini dinilai sebagai simbol persatuan strategis di hadapan dunia.

“Ini adalah pesan langsung untuk Amerika Serikat,” tegas Neill.

Neill menyebut, jika Washington benar-benar ingin menantang aliansi ini, AS harus bersiap menghadapi tekanan serentak di beberapa titik panas seperti semenanjung Korea, Selat Taiwan, hingga Ukraina.

 

(Iwn/Ft)