Kereta tabrak Brio
Kasatlantas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata mengatakan, 5 korban lainnya mengalami luka-luka.
Berikut keterangannya:
- Jihan Putri Soan mengalami dada sakit, kepala pusing dan dibawa ke RS Yos Sudarso.
- Nayla Maysi Audina mengalami pinggul sakit, bibir luka lecet, dibawa ke RS Yos Sudarso.
- Adisti Faras mengalami sesak dada, kepala sakit, dibawa ke RS Yos Sudarso.
- Vivie Dwi Zeltriani mengalami leher sakit, pinggul sakit, dibawa ke RS Yos Sudarso.
- Annisa Humairah mengalami cedera kepala, luka lecet, dada sesak, pinggang sakit dibawa ke RS Yos Sudarso.
Riwal menyebut pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan maut itu.
Ia mengungkap, perlintasan di lokasi kejadian tidak dipasangi palang pintu otomatis, sehingga berisiko tinggi terjadi kecelakaan.
Saat ini, Polres Padang tengah memeriksa keterangan saksi dan menggelar olah TKP.
“Penyelidikan masih berlangsung, beberapa korban belum bisa dimintai keterangan sebab masih dirawat,” kata AKP Riwal, Kamis (21/8/2025), dikutip dari Sumbarkita.
Insiden ini terjadi sekitar pukul 11.45 WIB saat mobil Brio datang dari arah Barat dan akan berbelok kanan menuju selatan.
Mobil itu melaju dari Jati Parak Salai hendak menuju Jati Koto Panjang.
Namun, di perlintasan kereta api Parak Salai, mobil Brio yang disopiri Jihan Putri Soan tertabrak Kereta Api Minangkabau Ekspres dengan nomor seri KA B26, yang datang dari arah Stasiun Simpang Haru menuju Stasiun Alai.
Hantaman tak terelakkan hingga menyebabkan Brio tersebut hancur di bagian samping dan depan.
Sejumlah saksi mata menyebut laju kereta api tak sempat lagi disetop lantaran jarak mobil terlalu dekat saat hendak melintasi jalur rel.
(Ipl/EN)























