Jatuh Sakit, Netanyahu Keracunan Makanan Basi Hingga Tak Hadir di Sidang Korupsi

Netanyahu Keracunan
K
Panbil Mall
Netanyahu Keracunan
PM Israel, Benjamin Netanyahu dirawat di rumah sakit lantaran dehidrasi dan mendapatkan alat pacu jantung seminggu kemudian. (Foto: Kantor Berita Israel)

Patrolmedia, Yerusalem -:- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu keracunan makanan hingga dia jatuh sakit.

Video: Netanyahu jalani pemeriksaan kesehatan di RS Israel

Netanyahu keracunan hingga menyebabkan radang usus setelah mengeluh sakit pada Sabtu (19/7/2025) malam, lantaran menyantap makanan basi.

Kini, buronan International Criminal Court (ICC) itu sedang dalam masa pemulihan dari keracunan makanan yang dialinya.

Pada hari Minggu (20/7/2025), Kantor Perdana Menteri Israel mengatakan, Netanyahu terus kekeuh menjalankan tugasnya sambil beristirahat di rumah selama 3 hari ke depan.

Selain radang usus, Netanyahu yang kini berusia 75 tahun itu, jatuh sakit karena mengalami dehidrasi, sehingga ia menerima cairan infus.

“Sesuai dengan instruksi dokternya, Perdana Menteri akan beristirahat di rumah selama 3 hari ke depan dan akan mengelola urusan negara dari sana,” Dalam keterangan resmi Kantor Perdana Menteri Israel, dikutip dari Reuters, Senin (21/7/2025).

Sebelumnya, Netanyahu pernah dipasangi alat pacu jantung pada tahun 2023.

Desember lalu, ia menjalani operasi pengangkatan prostat setelah di diagnosis menderita infeksi saluran kemih.

Sementara, Stasiun televisi Israel Channel 12 melaporkan, Netanyahu tidak akan menghadiri rapat dengan parlemen Knesset pada Minggu.

Dia juga akan absen dalam sidang korupsi di Pengadilan Negeri Tel Aviv pada Senin ini (21/7/2025).

PM Israel itu seharusnya hadir di pengadilan 2 kali setiap minggu ataa kasus korupsi yang menjeratnya.

Pada 24 Mei 2020 lalu, Netanyahu diseret ke persidangan atas sejumlah kasus korupsi.

Dia adalah perdana menteri Israel pertama saat menjabat yang duduk di kursi pesakitan dalam sejarah negara Yahudi itu.

Di luar negeri, Netanyahu juga menghadapi tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuknya.

Begitu juga mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant pada November 2024 juga buronan ICC atas kasus perang di Gaza.

 

 

Editor: Erwin Syahril