Ali Khamenei Sebut “Perang Dimulai”, Trump Minta Iran Memyerah Tanpa Syarat

Ali Khamenei
Al
Ali Khamenei
Pemimpin Tertinggi Iran dan Presiden AS Donald Trump. (Foto: Kolase) 

Patrolmedia -:- Situasi Iran dan Israel makin panas. Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, secara terbuka menyatakan “perang dimulai” lewat unggahan X.

“Kami tak akan kompromi sama Zionis. Tidak ada belas kasihan buat mereka,” tulis Ali Khamenei.

Pernyataan itu direspons keras Presiden AS, Donald Trump. Lewat unggahannya, Trump menyindir Khamenei dengan nada ancaman:

“Kami tahu dia di mana, targetnya empuk. Tapi belum untuk saat ini,” tulis Trump.

Tak lama, Trump lanjut dengan tulisan tegas:

“MENYERAH TANPA SYARAT!”

Trump juga mendesak evakuasi dari Teheran, menandakan konflik bisa makin brutal. Di medan perang, realitanya memang sudah memanas. Iran dan Israel saling lempar rudal balistik tanpa jeda.

Neraka di Teheran dan Tel Aviv

Kepala Staf Militer Iran, Jenderal Abdolrahim Mousavi mewanti-wanti warga Israel, khususnya di Tel Aviv dan Haifa.

“Segera evakuasi kalau mau hidup,” kata Mousavi.

Sebaliknya, tentara Israel juga beri peringatan ke warga Distrik 18 Teheran sebelum menghantam infrastruktur militer di sana.

Beberapa jam kemudian, ledakan terdengar di berbagai titik ibukota Iran.

Salah satu targetnya kantor media pemerintah Iran.

Kementerian Kesehatan Iran mencatat:

224 tewas, 1.200+ luka akibat serangan udara Israel sejak 13 Juni.

Israel mengklaim:

24 warganya tewas karena serangan balasan Iran.

Data dari HRANA (lembaga HAM di Iran) lebih mengerikan:

452 tewas, termasuk warga sipil, militer, dan korban yang belum teridentifikasi.

646 luka-luka.

Trump Tolak Permintaan Israel untuk Bunuh Khamenei

Di balik layar, drama politik juga jalan. Israel sempat mengusulkan untuk membunuh Ayatollah Khamenei. Tapi Trump tolak mentah-mentah.

“Bukan ide bagus,” kata Trump ke Netanyahu, menurut bocoran 3 pejabat AS ke CBS News.

Netanyahu tak mau dukonfirmasi, PM Israel itu hanya menyebut mereka tahu apa yang dilakukan.

“Kami tahu apa yang kami lakukan. AS juga tahu apa yang baik buat mereka,” kata Netanyahu.

Saat ditanya soal kemungkinan pergantian rezim di Iran, Netanyahu menyebut hasilnya bisa 80%.

“Itu bisa jadi hasilnya. 80% rakyat Iran nggak dukung rezim sekarang,” sebutnya.

“Rakyat Persia dan Yahudi pernah bersahabat, sekarang saatnya rakyat Iran bangkit,” sindirnya.

Rudal, Nuklir, dan Operasi Psikologis

Israel klaim sudah menghajar ratusan target, termasuk:

Markas Kementerian Pertahanan Iran

Fasilitas nuklir Natanz & Isfahan

Kilang dan tanker minyak Shahran

Media sosial dipenuhi video kebakaran hebat dan antrean warga yang panik kabur dari Teheran.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Iran bilang pesan-pesan evakuasi dari Israel itu cuma “operasi psikologis musuh.”

Iran juga mengakui bahwa koneksi internet sengaja diperlambat demi tangkal serangan siber.

Trump sempat menyebut dia bisa selesaikan konflik lewat diplomasi begitu selesai dari KTT G7.

“Kalau AS serius mau damai, cukup satu telepon ke Netanyahu,” kata Menlu Iran, Abbas Araghchi, nyindir keras.

Tapi dia juga kasih ultimatum:

“Kalau AS ikut terjun, lupakan solusi damai.” (Ft/Ikh)