
Sulasih yang merupakan nenek dari siswa yang menjadi korban persetubuhan oleh ST mengatakan cucunya kini berada di pondok yang tempat siswa itu menjalankan terapi.
Saat ini kondisi korban sudah baik dan disupport oleh teman-temannya.
“Teman-temannya baik, alhamdulillah, mendampingi semua. Semoga anaknya jadi anak soleh kembali seperti sedia kala,” kata Sulasih.
Kasus ST bermula pada 2023 saat dirinya diciduk warga saat dia masuk kamar mandi di rumahnya bersama korban yang masa itu masih duduk dibangku SMP.
Kamar mandi ST terpisah dari bangunan utama sehingga bisa terlihat ketika berpindah dari rumah ke kamar mandi.
ST yang sudah berstatus janda kala itu memiliki kamar mandi yang terpisah dari rumahnya. Dengan begitu aksi ST akan gampang diketahui
Pasca kejadian, mediasi sudah sempat dilakukan dan disepakati antara ST dan pihak keluarga korban untuk tidak mengulangi perbuatan asusilanya.
Bukannya tobat, ST justru mengontrakkan rumah untuk korban di wilayah Gubug selang 5 bulan.
Siasat ST menyembunyikan jorban di kontrakan itj terendus, ia terciduj warga lagi pada November 2024.
Akhirnya korban diputuskan untuk pindah ke pondok pesantren menjalani terapi psikologis.
ST pun masih saja sempat-sempatnya menghubungi korban yang sudah di Ponpes.
Kondisi korban sudah lebih baik ketika HP nya disita agar tak bisa lagi berhubungan dengan Ibu Guru mesum tersebut.
Editor: Erwin Syahril
Editor: Erwin Syahril






















