China Naikkan 84% Bea Masuk Barang AS, Trump Balas Kenakan 125%

China naikkan Tarif
Truk menunggu untuk memuat kontainer pengiriman di Pelabuhan Los Angeles, Rabu, 9 April 2025, di Los Angeles. (Foto AP/Damian Dovarganes)

China naikkan bea masuk untuk AS

China naikkan bea masuk
Kendaraan Volvo baru menunggu pengiriman di pelabuhan Yangtze, di kota Nanjing di provinsi Jiangsu, Tiongkok timur, Rabu, 9 April 2025. (Chinatopix Via AP)

Raksasa manufaktur tersebut merupakan sumber utama impor AS hingga tahun 2022, tetapi telah kehilangan pangsa pasarnya terhadap negara-negara tetangga Amerika di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS.

Kamar Dagang Eropa di Tiongkok menuduh AS telah mencabut banyak prinsip yang mendasari pendekatannya terhadap perdagangan dan investasi.

Tarif Trump akan berdampak signifikan pada perusahaan Eropa yang mengekspor dari Tiongkok ke AS, sehingga memaksa mereka untuk memikirkan kembali model bisnis dan rantai pasokan mereka.

“Hal ini akan menyebabkan peningkatan signifikan dalam biaya operasional dan inefisiensi, dan pada akhirnya akan menaikkan harga bagi konsumen,” kata Kamar Dagang Eropa di Tiongkok.

Mantan Pejabat Perdagangan AS Wendy Cutler, yang kini Wakil Presiden di Asia Society Policy Institute mengatakan, meski AS dan Tiongkok mungkin ingin menemukan cara untuk kembali ke meja perundingan, “ini tidak akan menjadi jalan yang mudah untuk dilalui.

“Sebab, kedua negara semakin gencar dan keterlibatan bilateral hampir terhenti,” kata Cutler.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jia menyebut pemerintahnya tidak berminat untuk berunding, seperti yang telah mulai dilakukan beberapa negara lain.

“Jika AS benar-benar ingin menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi, maka AS harus mengambil sikap yang setara, saling menghormati, dan saling menguntungkan,” kata Lin Jian.

Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok mengeluarkan imbauan perjalanan yang meminta warganya untuk mengevaluasi risiko mengunjungi AS sebagai turis dan untuk berhati-hati.

Imbauan tersebut dikeluarkan tak lama setelah pengumuman kenaikan tarif terbaru Tiongkok.

Situasi ini makin memburuknya hubungan ekonomi dan perdagangan serta situasi keamanan warga China di Amerika.

 

Editor: Fatmi Rahim