Trump Main Tarif Dinilai Tanpa Ilmu Ekonomi, Menkeu: Ini Murni Transaksional

Trump Main Tarif
S
Trump Main Tarif
Menkeu Sri Mulyani mengkritik tarif Trump tanpa didasari ilmu ekonomi termasuk tarif yang dikenai untuk RI sebesar 32%. Kritikan itu disampaikannya saat menghadiri Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri Sulaiman, Jakarta Pusat, Selasa (8/4/25). (Foto: Tangkapan Layar/Youtube Sekretariat Presiden)

Patrolmedia, Jakarta -:- Presiden AS Donald Trump main tarif dinilai tanpa berbasis logika ekonomi dalam menetapkan kebijakan pajak dagang, termasuk terhadap Indonesia yang dikenai sebesar 32%.

Kritikan itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menghadiri Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri Sulaiman, Jakarta Pusat, Selasa (8/4/25).

“Ini murni transaksional. Tidak ada dasar ilmu ekonomi di baliknya. Yang penting tarif duluan, urusan teori belakangan,” kata Sri Mulyani, dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden.

Tarif resiprokal Trump untuk 60 negara menggambarkan cara perhitungan tarif tersebut.

“Saya rasa semua ekonom yang sudah belajar ekonomi tidak bisa memahami (dasar perhitungan tarif Trump)”

“Jadi, ini juga sudah tidak berlaku lagi ilmu ekonomi, pokoknya tarif duluan,” kritik Sri Mulyani.

Kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan AS ke lebih dari 60 negara bukan didasari kajian ekonomi yang rasional, melainkan semata-mata untuk menutup defisit neraca dagang AS.

Sri Mulyani menyebut Trump hanya fokus pada satu hal, Amerika tidak boleh membeli lebih banyak dari yang mereka jual.

Dalam praktiknya, ini berarti menekan ekspor negara lain ke AS dengan tarif tinggi, tanpa mempertimbangkan prinsip perdagangan bebas atau manfaat jangka panjang dari kerja sama internasional.

“Kita punya Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), tapi dalam konteks kebijakan Trump, mohon maaf Pak Presiden (Prabowo), ilmunya sementara ini tidak relevan,” sindir Sri Mulyani.