Trump main tarif tanpa logika ekonomi
Di tengah ketegangan global, Sri Mulyani mencermati beragam reaksi negara-negara yang terkena dampak.
China, misalnya, langsung melawan dengan tarif balasan 34%. AS pun merespons lagi dengan ancaman menaikkan tarif menjadi 50%.
Vietnam mencoba jalan damai dengan menurunkan tarif impor produk AS hingga 0%.
Namun, upaya diplomatik itu tidak digubris Washington.
“Amerika tetap tak puas. Mereka mempermasalahkan hambatan non-tarif lain,” kata Sri Mulyani.
Bendahara RI itu mengaku sebenarnya Indonesia berharap masih ada dampak positif dari negara-negara yang berkawan.
Namun, sekarang aksi Trump dianggap justru menghapuskan benefit dari persahabatan antar-negara.
“Berbagai negara yang lain mungkin kepalanya lebih dingin dengan pendekatan diplomasi dan negosiasi, tapi not necessarily hasilnya juga menyenangkan.”
“Timeline ini (penetapan tarif Trump) menggambarkan hanya dalam waktu 1 bulan, dunia yang tadinya rule based sekarang tidak ada lagi kepastian. Ini yang perlu kita perhatikan di dalam mengelola ekonomi,” tutupnya.
Editor: Erwin Syahril






















