Trump Main Tarif Dinilai Tanpa Ilmu Ekonomi, Menkeu: Ini Murni Transaksional

Trump Main Tarif
S

Trump main tarif tanpa logika ekonomi

Tarif 32% Trump
Presiden Donald Trump memegang perintah eksekutif yang telah ditandatangani selama acara pengumuman tarif baru di Rose Garden, Gedung Putih, Rabu, 2 April 2025, di Washington. (Foto AP/Evan Vucci)

Di tengah ketegangan global, Sri Mulyani mencermati beragam reaksi negara-negara yang terkena dampak.

China, misalnya, langsung melawan dengan tarif balasan 34%. AS pun merespons lagi dengan ancaman menaikkan tarif menjadi 50%.

Vietnam mencoba jalan damai dengan menurunkan tarif impor produk AS hingga 0%.

Namun, upaya diplomatik itu tidak digubris Washington.

“Amerika tetap tak puas. Mereka mempermasalahkan hambatan non-tarif lain,” kata Sri Mulyani.

Bendahara RI itu mengaku sebenarnya Indonesia berharap masih ada dampak positif dari negara-negara yang berkawan.

Namun, sekarang aksi Trump dianggap justru menghapuskan benefit dari persahabatan antar-negara.

“Berbagai negara yang lain mungkin kepalanya lebih dingin dengan pendekatan diplomasi dan negosiasi, tapi not necessarily hasilnya juga menyenangkan.”

“Timeline ini (penetapan tarif Trump) menggambarkan hanya dalam waktu 1 bulan, dunia yang tadinya rule based sekarang tidak ada lagi kepastian. Ini yang perlu kita perhatikan di dalam mengelola ekonomi,” tutupnya.

 

Editor: Erwin Syahril