Trump Usulkan Gencatan Senjata Israel-Hamas Dibatalkan

Trump mengklaim warga Palestina tak punya hak kembali ke Jalur Gaza

Trump Usulkan
Pengungsi Palestina kembali ke rumah mereka di Gaza. REUTERS/Ramadhan Abed/File Foto

Trump usulkan gencatan senjata dibatalkan jika Hamas tak bebaskan sandera Israel

Trump Usulkan Gencatan Senjata
Militan Hamas membebaskan 3 sandera Israel jelang diserahkan ke palang merah pada Sabtu (8/2/25). (Foto: AP)

“Tidak, mereka tidak akan melakukannya karena mereka akan memiliki perumahan yang jauh lebih baik,” kata Trump.

“Saya sedang berbicara tentang membangun tempat permanen untuk mereka, tapi dibutuhkan waktu bertahun-tahun agar Gaza dapat dihuni kembali,” kata dia.

Ia menambahkan, sekitar 2 hingga 6 komunitas dapat dibangun untuk warga Palestina, sedikit jauh dari tempat mereka berada, tempat semua bahaya ini berada.

“Saya akan memilikinya. Anggap saja ini sebagai pengembangan real estate untuk masa depan. Ini akan menjadi sebidang tanah yang indah. Tidak perlu mengeluarkan banyak uang,” ucap Trump.

Sebelumnya, pada 4 Februari 2025 lalu Trump mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan.

Ia mengusulkan pemukiman kembali 2,2 juta warga Palestina di Gaza dan AS mengambil alih wilayah kantong tepi laut tersebut dan mengembangkannya menjadi “Riviera Timur Tengah.”

Usulan Trump mengenai pengungsian warga Palestina telah berulang kali ditolak penduduk Gaza dan negara-negara Arab.

Keinginan mustahil Trump itu dicap para pembela HAM dan PBB sebagai usulan pembersihan etnis.

Pejabat senior Hamas Sami Abu Zuhri menyebut pernyataan Trump tidak bertanggung jawab.

“Kami menegaskan rencana seperti itu mampu menyulut konflik di kawasan ini,” kata Samas kepada Reuters, Senin (10/2/25).

Kementerian Luar Negeri Mesir Abdelatty menyebut kepada Rubio bahwa negara-negara Arab mendukung Palestina untuk tegas menolak rencana Trump.

 

 

Editor: M. Ichsan