
Patrolmedia -:- Pasukan Korut ditarik sementara dari wilayah Kursk di perbatasan Rusia-Ukraina, lantaran mengalami kerugian besar selama berminggu-minggu.
Seorang komandan pasukan khusus Ukraina yang bertugas mengambil sampel DNA dari tentara Korut (Korea Utara) mengklaim, pasukan Pyongyang mundur sekitar 2 pekan terakhir dari salah satu poros wilayah Kursk, tempat mereka yang dimobilisasi sejak Desember 2024 lalu.
Hal ini menyusul klaim Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, sekitar sepertiga dari 11 ribu tentara Korut yang dikerahkan ke Kursk telah terluka atau terbunuh.
Pasukan Korut ditarik yang bertempur bersama Rusia dikonfirmasi oleh Kolonel Oleksandr Kindratenko, Jubir Pasukan Operasi Khusus.
“Mereka akan segera kembali,” kata komandan yang dipanggil dengan tanda panggilan “Puls”, dikutip dari Independent, Kamis (30/1/25).
Intelijen Korea Selatan mengklaim bahwa Kim Jong Un juga berencana untuk mengirim lebih banyak lagi pasukan militernya ke Rusia.
Tidak jelas alasan ditariknya pasukan Korut, namun, Puls menyebut pasukan Korut mengalami kerugian yang signifikan, karena kurangnya kesadaran tentang ancaman udara.
Pasukan Korut telah dinilai telah melakukan bunuh diri untuk menghindari penangkapan oleh Ukraina, menurut Kyiv, menunjukkan sejauh mana cuci otak pasukan tersebut.
Kolonel Kindratenko mengatakan, militer Korut menyerang dengan berjalan kaki dalam kelompok yang terdiri dari hingga 60 tentara.
Seperti sesuatu yang berasal dari Perang Dunia II,” kata Kindratenko.
Hal itu membuat mereka menjadi sasaran empuk bagi pesawat nirawak Ukraina yang telah menjadi andalan perang ini, serta artileri.




















