Hamas Akan Bebaskan 4 Tawanan Wanita Israel, Ini Nama-namanya

Hamas Bebaskan Tawanan
Searah jarum jam dari kiri atas: Karina Ariev, Naama Levy, Daniella Gilboa dan Liri Albag

Hamas Bebaskan Tawanan

Hamas Bebaskan Tawanan
Searah jarum jam dari kiri atas: Karina Ariev, Naama Levy, Daniella Gilboa dan Liri Albag

Ariev, Gilboa, Levy, dan Albag ditangkap di pangkalan militer Nahal Oz yang diserbu oleh orang-orang bersenjata Hamas.

Rekaman menunjukkan mereka berada di antara sekelompok wanita yang diikat dengan tangan di belakang punggung.

Mereka terlihat memohon bantuan sambil diejek oleh para penculik mereka.

Wanita-wanita itu merupakan bagian dari unit yang mengawasi perbatasan Israel-Gaza.

3 minggu lalu Hamas merilis video Albag, 19 tahun yang menyerukan pemerintah Israel untuk mencapai kesepakatan.

Gencatan senjata disepakati setelah berbulan-bulan negosiasi tidak langsung antara Israel dan Hamas yang dipimpin oleh AS, Qatar, dan Mesir.

Perjanjian ini akan dilaksanakan dalam 3 tahap, dengan tahap kedua akan dimulai 6 minggu setelah gencatan senjata.

Sekitar 1.900 tahanan Palestina akan dibebaskan selama tahap pertama dengan imbalan 33 sandera.

Pasukan Israel juga akan mulai menarik diri dari posisi di Gaza dan ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi dapat kembali ke daerah tempat mereka melarikan diri atau dipaksa meninggalkannya.

Gencatan senjata dimaksudkan untuk mengakhiri perang di Gaza secara permanen.

91 sandera pada 7 Oktober 2023 masih ditahan di Gaza. 57 diantaranya diperkirakan masih hidup oleh Israel. 3 lainnya, 2 diantara mereka masih hidup dan telah ditahan selama 1 dekade lebih.

3 sandera wanita Israel telah dibebaskan sebagai bagian dari gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera terbaru.

Romi Gonen (24) ditangkap saat dia mencoba melarikan diri dari festival musik Nova ketika acara tersebut menjadi sasaran kelompok militan sebagai bagian dari serangan 7 Oktober 2023.

Dia telah dibebaskan bersama Doron Steinbrecher, (31), seorang perawat hewan dan Emily Damari (28) yang memiliki kewarganegaraan ganda Inggris-Israel.

Ketiganya tiba kembali di Israel pada Minggu setelah dibebaskan Hamas di Gaza dan dipertemukan kembali dengan keluarga mereka.

 

Editor: M. Ichsan