Serangan Israel Tewaskan 5 Jurnalis di Jalur Gaza

Tercatat lebih 130 wartawan Palestina tewas

Serangan Israel
Serangan Israel
5 wartawan Palestina yang tewas menjadi korban atas serangan Israel di Gaza. (Foto: The Associated Press)

Gencatan senjata yang ditengahi AS dan mulai berlaku sebulan lalu, menyerukan militan Hizbullah dan pasukan Israel meninggalkan Lebanon Selatan.

Keduanya diminta meninggalkan Lebanon Selatanbselama periode 60 hari saat tentara Lebanon bertahap dikerahkan di negara di selatan Sungai Litani.

Militer Israel tidak segera mengomentari insiden yang dilaporkan tersebut.

Sementara itu, Kantor Berita Nasional Lebanon mengatakan buldoser Israel memasang barikade tanah yang akan menutup jalan antara Wadi Slouqi dan Wadi Hujeir.

Militer Lebanon mengatakan pihaknya mengirim bala bantuan ke wilayah yang dimasuki pasukan Israel.

NNA mengatakan, misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon yang dikenal sebagai UNIFIL, mengirim unit patroli ke daerah dekat kota selatan Qantara di mana pasukan Israel berada.

UNIFIL dalam sebuah pernyataan menyatakan keprihatinannya terhadap penghancuran yang terus dilakukan IDF (militer Israel) di wilayah pemukiman, lahan pertanian, dan jaringan jalan di Lebanon selatan.

Panglima Militer Lebanon Jenderal Joseph Aoun pada Kamis pagi berkunjung ke Arab Saudi.

Kunjungan itu upaya berkelanjutan militer yang kekurangan dana untuk mendapatkan dukungan keuangan agar dapat mengerahkan pasukan dalam jumlah yang lebih besar.

Militer dan pemerintah Lebanon telah menyampaikan keluhan mengenai serangan dan penerbangan Israel di negara tersebut kepada komite pemantau baru yang dipimpin AS yang juga mencakup Perancis.

 

 

Editor: Fatmi Rahim