“Bayangkan mencari kerja sekarang sulit, persaingan semakin ketat, kenaikan upah minimum juga tidak seberapa,” ungkapnya di CNNIndonesia TV.
“Kebijakan pemerintah justru menahan daya beli dan mengurangi konsumsi rumah tangga,” sambung Bima.
Senada, Ketum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman mengatakan sektor makanan-minuman menjadi salah satu yang paling terpukul.
Adi berharap pemerintah mengkaji ulang kembali menaikkan PPN 12%.
“Kami berharap pemerintah meninjau kembali kenaikan PPN, kondisi saat ini sangat berat bagi dunia usaha, terutama untuk retail. Kenaikan1 persen itu sangat berat sekali, apalagi untuk kebutuhan pangan,” ungkap Adhi, dikutip dari CNBCIndonesia.
Seharusnya pemerintah mencari cara lain untuk memperoleh pendapatan, misalnya dengan mencari sumber pendapatan lain dan tidak hanya mengandalkan kelas menengah melalui PPN.
“Pemerintah bisa ekstensifikasi pajak, bukan intensifikasi. Sebetulnya wajib pajak itu masih banyak yang belum berkontribusi, kita harap bisa meratakan ekstensifikasi,” ucapnya.
Editor: Ichsan






















