
Menteri ESDM Sahkan RUPTL PLN
Peningkatan kebutuhan itu akan dipasok dengan tambahan daya sejumlah 860 MW yang terdiri dari PLTS 126 MW, PLTG 50 MW, PLTGU 159 MW dan PLTMG 125 MW serta dan kerja sama antarwilayah usaha dengan PT PLN (Persero) 400 MW.
Hal itu kali pertama PLN Batam mengantongi RUPTL dengan lompatan target bauran EBT yang signifikan mencapai 24% pada 2026 dan terus meningkat secara bertahap hingga mencapai 35% pada 2032.
Peningkatan bauran EBT akan dicapai dengan pengembangan PLTS di Batam dan penyaluran tenaga listrik berbasis EBT dari grid Sumatera melalui interkoneksi Sumatera-Batam nantinya.
Jisman menyebut proyeksi bauran EBT yang pada akhir periode RUPTL sebelumnya hanya sekitar 0,5% dan meningkat pada RUPTL terbaru menjadi sekitar 35%, lebih tinggi dari target nasional tahun 2032.
“Ini sejalan dengan semangat pemerintah dalam mendorong transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE),” terangnya.
Untuk mengimplementasikan rencana dalam RUPTL PT PLN Batam tersebut, Jisman menegaskan pentingnya kontribusi dan peran aktif dari para stakeholder, termasuk PT PLN (Persero) dalam merealisasikan Interkoneksi Sumatera-Batam-Bintan.
“Diharapkan para pemangku kepentingan dapat mendukung terwujudnya peningkatan keandalan pasokan listrik di Batam,” pungkasnya.




















