Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyampaikan, Indonesia berhasil melampaui kondisi berat pandemi, dan industri jasa keuangan perbankan serta non-bank termasuk pasar modal.
“Saat ini sudah berada pada kondisi yang lebih sehat, siap menjaga sekaligus mengawal kelanjutan perekonomian Indonesia,” kata Mahendra.
Ia mengatakan, Indonesia memiliki daya tahan tinggi di tengah perburukan perekonomian dunia dan daya tarik yang kuat bagi investor.
“Dalam konteks inilah keberadaan sekaligus kontribusi pasar modal pada perekonomian Indonesia menjadi penting karena menyediakan fasilitas dan menawarkan peluang bagi
pencari moda,” katanya.
Selain itu, diharapkan agar pelaku pasar modal Indonesia tetap fokus pada pertumbuhan
ekonomi nasional.
“Sambil tetap bersiaga terhadap berbagai risiko yang akan dihadapi,” ujarnya.
Dirut BEI Iman Rachman menyebut pencapaian dan kinerja pasar modal Indonesia yang membanggakan, tidak terlepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Iman berharap pasar modal Indonesia terus memberikan kinerja yang baik, sehingga dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional.
“Kami berharap rangkaian acara CMSE 2022 dapat membantu masyarakat untuk melihat investasi pasar modal terbuka untuk semua orang dan setiap pelakunya memiliki peran mendorong ekonomi keberlanjutan,” kata Iman. (Erwin)






















