Kegiatan itu menggunakan aplikasi berbasis website serta mobile apps, agar inklusif sekaligus mampu menjangkau seluruh investor dan masyarakat Indonesia dengan memanfaatkan solusi digital.
“Merespon antusiasme serta permintaan para peserta CMSE 2022 ini, maka kami tetap membuka layanan CMSE 2022 melalui virtual venue pada situs web cmse.id, sehingga pengunjung tetap dapat menikmati expo,” kata Jeffrey.
“Kami juga akan menyediakan fitur untuk memutar ulang (replay) seluruh sesi webinar
yang telah berlangsung,” sambungnya.
Pasar Modal Indonesia Menuju Ekonomi Kuat Berkelanjutan
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi kinerja pasar modal Indonesia di tengah volatilitas tinggi secara year-to-date, masih mampu memperlihatkan return yang baik dibanding bursa lainnya.
“Lebih dari 800 perusahaan tercatat saat ini yang terus bertambah akan menjadi modal perekonomian nasional ke depan,” kata Hartanto pada pembukaan CMSE, Kamis (13/10).
Ia mengatakan, komitmen pemerintah agar ekonomi inklusif terus berjalan, diwujudkan dengan implementasi Undang-undang Cipta Kerja, penciptaan nilai tambah melalui hilirisasi komoditas, digitalisasi, ekonomi hijau, pemberantasan kemiskinan ekstrim, dan pemberdayaan Indonesia Investment Authority yang tentunya sangat berkaitan dengan pasar modal.
Terkait kebijakan transisi menuju ekonomi hijau, Airlangga berpesan, transisi energi tidak bisa dihindari dan harus menghadapinya.
“Untuk itu, Indonesia memiliki beberapa kebijakan kompensasi dan insentif, yaitu
akuisisi energi bersih, mekanisme transisi energi, konversi sumber energi kotor, perdagangan karbon, serta pajak karbon,” terangnya.






















