Solok  

Dinas PMPPA Gelar Sosialisasi Wujudkan Kota Solok Layak Anak

Wakil Wali Kota Solok Ramadhani sast menghadiri Hari Anak Nasional di Solok.
Wakil Wali Kota Solok Ramadhani sast menghadiri Hari Anak Nasional di Solok. (Foto: Ist)

Patrolmedia.co.id, Solok – Dinas PMPPA (Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak) Kota Solok menggelar sosialisasi pentingnya peranan keluarga dalam pola pengasuhan dan pemenuhan hak anak.

Sosialisasi dalam rangka mewujudkan kota Solok layak anak itu di gelar di Rumah Dataku Kampung Keluarga Berkualitas, Kelurahan Simpang Rumbio, Kota Solok, Senin (10/10/22).

Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Data dan Informasi Dinas PMPPA Kota Solok Jufni mengatakan, sosialisasi itu diikuti 40 peserta terdiri dari orang tua Kampung KB Kelurahan Simpang Rumbio.

“Sosialisasi ini untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang pengasuhan anak dan pemenuhan hak anak dan bagaimana mengatasi problematika anak,” kata Jufni.

Ia menyebut, salah satu rekomendasi yang dihasilkan dari komitmen bersama pada Rakornas PPPA adalah peningkatan kualitas pengasuhan anak baik dalam keluarga, keluarga pengganti, maupun institusi (lembaga pengasuhan alternatif) berbasis hak anak.

“Salah satu hak anak yang penting adalah hak pengasuhan,” katanya.

Menurut Jufni, hak pengasuhan anak harus dipenuhi dan dijamin dari lingkup terkecil yaitu keluarga.

Setiap orang tua diharapkan memahami dan dapat memenuhi hak pengasuhan anak untuk mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.

Pengasuhan anak upaya memenuhi kebutuhan akan kasih sayang, kelekatan, keselamatan dan kesejahteraan yang menetap dan berkelanjutan.

“Kedekatan antara orang tua dan anak tidak hanya secara fisik saja, tetapi juga secara emosional yang membuat anak merasa percaya, disayangi, dipenuhi kebutuhannya, diperhatikan dan dihargai,” terangnya.

Jufni menyebut, banyak orang tua saat ini sibuk dengan pekerjaan dan aktifitas masing-masing.

Bahkan, saat mereka di rumah tanpa disadari kehilangan kesempatan membangun kedekatan dengan anak, sehingga meski secara fisik dekat, namun secara emosi mereka jauh.

Ia berharap melalui sosialisasi itu para orang tua dapat meningkatkan kembali pemahaman dalam mengasuh anak dan hak anak.

“Saya harap bapak ibu dapat mengikuti sosialisasi ini dengan sungguh-sungguh sehingga dapat menerapkannya nanti di keluarga masing-masing,” sebutnya.

Di samping itu, pola pengasuhan positif juga berdasarkan kasih sayang, saling menghargai, membangun hubungan yang hangat antara orangtua dan anak serta menstimulasi tumbuh kembang anak.

Pengasuhan positif menggunakan pendekatan dengan mengedepankan penghargaan, pemenuhan dan perlindungan hak anak juga mengedepankan kepentingan terbaik anak.

“Penting juha upaya untuk memberikan lingkungan yang bersahabat dan ramah sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal,” pungkasnya. (Abak)