Strategi fundamental harus didukung dengan analisis fundamental menggunakan beberapa indikator perusahaan yang tertera pada laporan keuangan perusahaan, seperti Price to Earning Ratio (P/E), ROE (Return to Equity), dan lain-lainnya.
Analisis fundamental kerap digunakan oleh investor jangka panjang seperti Warren Buffet untuk memilih saham yang masuk ke dalam portofolio investasinya.
Setiap strategi investasi memiliki potensi keuntungan dan risiko masing-masing. Oleh sebab itu, setiap investor memiliki metodenya tersendiri dalam menentukan strategi investasi saham.
Strategi teknikal harus didukung analisa kondisi pasar yang sedang terjadi dan pengamatan dalam kurun waktu yang pendek. Sementara, investor fundamental harus memiliki kepercayaan tinggi terhadap bisnis yang dilakukan perusahaan yang sahamnya hendak dibeli.
Sebab, dalam membuat keputusan investasinya, investor fundamental relatif tidak terpengaruh pada fluktuasi harga saham dalam jangka pendek dan cenderung berinvestasi pada jangka panjang.
Ada juga investor yang memilih untuk menggabungkan kedua strategi tersebut dalam melakukan transaksi.
Pada akhirnya, analisa terbaik untuk digunakan dalam investasi bergantung pada gaya investasi investor masing-masing.























