Menurutnya, hal itu untuk mencari kebenaran terkait proses dan mekanisme penyempurnaan APBD Kota Solok 2022. Sehingga tidak terjadi fitnah dan saling menyalahkan.
“Kita fokus mencari kebenaran. Sehingga, masyarakat tahu bahwa ada proses yang diduga keliru dilakukan dalam penyempurnaan APBD Kota Solok 2022,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar Nasril In Dt Malintang Sutan, menyatakan Fraksi Golkar yang tidak ikut mengusulkan hak angket, karena pihaknya hanya diberikan kesempatan untuk memahami materi usulan hak angket semalam 1 jam, bagaimana bisa dipahami secepat itu, makanya Fraksi Golkar memilih walk out.
“Kita tetap hadir sesuai undangan dari Sekretariat DPRD. Namun, Fraksi Golkar tidak ikut menyetujui hak angket tersebut. Dalam mekanisme penetetapan usulan, kita walk out,” ujarnya.
Lain tempat, Walikota Solok Zul Elfian menyatakan pihaknya siap menghadapi usulan hak angket yang diajukan DPRD Kota Solok.
Menurutnya, hal itu adalah salah satu hak DPRD untuk menyelidiki dugaan ada pelanggaran proses dan mekanisme.
“Kita siap. Ibarat pepatah Minang, ‘tapijak arang hitam tapak, tapijak kapua putiah tapak’ (terpijak arang telapak hitam, terpijak kapur telapak jadi putih). Artinya jika memang ini ada kesalahan, kita siap dengan konsekuensi,” kata Zul Elfian.
Penulis: Niko Irawan
Editor: M Ichsan




















