Nambi, Patih Pertama Majapahit yang Tewas Difitnah Halayudha

Prajurit pengikut Nambi tewas di benteng pertahanannya akibat di terjang pasukan Majapahit yang berjumlah besar. (Foto: Ilistrasi.
Halayudha menemui Nambi di Lumajang dan menyarankan memperpanjang masa izin tugas untuk keperluan mengurus kematian Pranaraja. (Foto: Ilustrasi)

Halayudha kembali bersiasat busuk dengan menyarankan Nambi memperpanjang masa izinnya untuk kusuk mengurus kematian sang ayah dan bisa menenangkan diri sebelum kembali bertugas di kerajaan.

Nambi terperangkap siasat busuk Halayudha. Ia pun menyetujui saran itu dan berterimakasih karena diberi kelonggaran.

Sepulang dari Lumajang, Halayudha menyampaikan hal lain ke Raja Jayanegara. Halayudha melaporkan kalau Nambi menolak kembali ke kerajaan karena berencana memberontak Majapahit.

Jayanegara terkejut mendengar kabar yang disampaikan Halayudha. Sang raja termakan hasutan dan bereaksi sangat marah.

Pararaton mencatat, Jayanegara memerintahkan Halayudha memimpin pasukan ke Lumajang untuk menumpas Nambi. Negarakertagama menceritakan Jayanegara memimpin operasi militer.

Mendapat kabar bakal diserang Majapahit, Nambi kaget bukan kepalang. Ia sama sekali tak menyangka dirinya bakal ditumpas dari kerajaan tempat ia mengabdi sejak awal Majapahit berdiri.

Mengantisipasi serangan, Nambi mendirikan benteng pertahanan di 2 lokasi di Gending dan Pejarakan. Tapi pasukan Majapahit berjumlah besar mampu memporak-porandakan kedua benteng itu.

Nambi dan pasukannya tak mampu menghadang serangan bertubi-tubi Majapahit hingga akhirnya tewas dalam peperangan.

Jayanegara, Raja ke 2 Majapahit Dibunuh Tabibnya, Gajah Mada dan Gayatri Terlibat?