Ia juga melihat bangkai-bangkai ikan yang mengapung di Danau Maninjau. Orang-orang yang berkunjung ke tempat wisata itu menjadi tak nyaman untuk berwisata.
Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam Rosva Deswira mengatakan ikan yang mati di Nagari Bayua totalnya mencapai hampir 200 ton, sedangkan di Nagari Manijau kurang lebih 50 ton.
Rosva menyebut, selama Desember 2021, ikan yang mati di kawasan Danau Maninjau mencapai sekitar 1.705 ton.
Bangkai-bangkai ikan yang membusuk diakuinya menimbulkan bau tidak sedap di kawasan danau.
“Bangkai ikan tidak dikumpulkan petani, sehingga terjadi pencemaran,” kata Rosva, Kamis (30/12/2021) lalu.
“Kematian ikan massal di kawasan danau itu dipicu kondisi cuaca ektrem,” kata dia. (Niko)























