Jayanegara, Raja ke 2 Majapahit Dibunuh Tabibnya, Gajah Mada dan Gayatri Terlibat?

Tabib Ra Tanca menikam Raja Jayanegara saat berpura-pura mengobati bisulnya yang membengkak. Pembunuhan Jayanegara disebut konspirasi Gajah Mada bersama Gayatri. (Foto: Ilustrasi)
Patung Gajah Mada di kawasan air terjun Madakaripura di Lumbang, Probolinggo, Jawa Timur. (Foto: net)

Beruntung, Gajah Mada yang kala itu menjabat panglima Bayangkara, segera menyembunyikan Jayanegara dan menyusun strategi menumpas pemberontakan.

Saat itu, Gajah Mada berhasil meredam pemberontakan dan Jayanegara berhasil dibawa ke istana untuk kembali memimpin Majapahit.

Berkat kecerdikan dan loyalitasnya, Gajah Mada ditunjuk sebagai patih di Kahuripan.

Sejak itu, Raja Jayanegara berusaha memajukan kerajaan dengan memulihkan hubungan dengan China.

Pada 1325-1328, Jayanegara kerap mengirim utusan ke China dibawah Dinasti Yuan.

Jayanegara Raja yang Dibenci

Kitab Pararaton menjelaskan, Jayanegara dikenal punya sifat buruk dan berwatak jahat.

Hal itu pula yang menjadi alasan Pararaton menyebut Jayanegara dijuluki Kalagamet yang berarti jahat dan lemah.

Satu dari banyak kelakuan buruk Jayanegara adalah mengurung adik tirinya, Dyah Gitarja Tribhuwana Wijayatunggadewi dan Dyah Wiyat
Rajadewi Maharajasa.

Kedua saudari tirinya itu merupakan putri dari istri sah Raden Wijaya yakni Sri Gayatri
Rajapadni bergelar Sri Rajendradewi Dyah Dewi Gayatri.

Jayanegara cemas, kalau kelak kedua saudari tirinya itu menikah, tahta Majapahit bakal berpindah.

Jayanegara bermaksud ingin menikahi kedua saudari tirinya agar tak khawatir lagi akan kehilangan takhtanya. Namun, niat serakahnya itu ditentang Gayatri.

Prilaku amoral lain Jayanegara juga tercatat sejarah kalau dirinya kerap merayu istri para pejabat istana.

Selain itu, banyak yang tidak menyukai Kalagamet karena ia bukan putra yang lahir dari permaisuri ataupun keturunan Raja Kertanegara.

Awal Berdiri Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya Kalahkan Jayakatwang