Walikota Cup III Digelar, Coneng: Ini Cerminan Kota Solok Jadi Tuan Rumah Porprov 2024

Menurutnya, banyaknya peserta yang datang, ternyata mampu menggerakkan ekonomi masyarakat Kota Solok. Seperti pelaku UMKM, pedagang keliling, rumah-rumah warga yang dijadikan penginapan, serta kunjungan para atlet dan keluarganya di objek-objek wisata Kota Solok.

“Bahkan hingga daerah sekitarnya,” sebut Coneng.

Anggota DPRD Kota Solok Leo Murphy mengaku salut dengan Pengkot TI Kota Solok yang mampu menggelar turnamen se-semarak itu.

Legislator muda yang merupakan bagian dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Solok ini, menilai olahraga merupakan elemen yang mampu mendatangkan banyak orang ke sebuah daerah.

Leo mengkalkulasi, 5.000 orang mengunjungi Kota Solok dan 1.500 terdiri dari peserta ditambah offisial dan keluarga peserta.

Jika per orang membelanjakan uang Rp50.000 perhari, maka ada perputaran uang Rp250 juta perhari. Sehingga, dalam 4 hari di Kota Solok ada pergerakan ekonomi sebesar Rp1 miliar.

“Itu baru untuk ukuran minimal Rp50 ribu perhari. Bagaimana jika mereka berbelanja untuk konsumsi, mengunjungi tempat wisata, mengunjungi Pasaraya Solok, menginap di rumah warga, dan sebagainya. Tentu, ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Leo.

Kendati begitu, Leo mengatakan, adapun yang dibutuhkan saat ini, Pemko dan seluruh elemen mampu menciptakan situasi dan kondisi masyarakat yang ramah.

“Tidak hanya ramah pada tamu, tapi juga ramah pada investasi. Dan ingatlah, olahraga adalah salah satu bagian yang mampu mendatangkan banyak orang ke suatu daerah,” kata politisi PDI-P itu.

Salah seorang panitia turnamen taekwondo Wali Kota Cup III, Ferdi mengaku hingga Rabu siang, terdapat 1.200 peserta teregistrasi dan melakukan timbang badan.

Jumlah itu menurutnya terus bertambah hingga technical meeting (pertemuan teknis) pada Rabu malam.