
Patrolmedia.co.id – Unjuk rasa anti-China di Kepulauan Solomon semakin mencekam. Memasuki hari ketiga demonstrasi besar-besaran masih terjadi.
Pada Jumat, 26 November 2021, massa bahkan menyerbu kediaman pribadi Perdana Menteri Manasseh Sogavare.
Kini, Polisi Australia mengambil alih pengamanan ibukota Kepulauan Solomon, Honiara pada Jumat, 26 November 2021.
Setelah negara kepulauan Pasifik Selatan itu berhari-hari dilanda protes dengan kekerasan.
Gas air mata dikerahkan di China Town di mana penjarahan dan pembakaran gedung kian brutal pada Jumat pagi dan jam malam baru diperkirakan akan diberlakukan di kemudian hari, kata seorang penduduk kepada Reuters.
Perdana Menteri Manasseh Sogavare, menyalahkan negara-negara asing karena memicu protes kekerasan, tetapi tidak menyebutkan nama negaranya.
Banyak pengunjuk rasa berasal dari provinsi terpadat Malaita karena merasa diabaikan oleh pemerintah di Provinsi Guadalcanal dan menentang keputusan 2019 yang mengakhiri hubungan diplomatik dengan Taiwan dan menjalin hubungan formal dengan Cina.























