Berbeda dengan optimisme tinggi dari Zaitul Ikhlas, saat mengunjungi kafilah MTQ di Padang Panjang pada Kamis (18/11/2021), Epyardi dalam diskusinya dengan kafilah, offisial dan pendamping, justru menerima keluhan dan kendala yang dialami rombongan.
Seperti sulitnya mencari bakat untuk dipersiapkan sejak dini. Penyebabnya, tidak ada lomba MTQ tingkat kecamatan maupun tingkat Kabupaten Solok, karena alasan Covid-19.
Tentu, ini adalah alasan yang cukup lucu, sebab, daerah lain di Sumbar, juga terkena pandemi Covid-19, bahkan mungkin lebih parah dari Kabupaten Solok.
“Kendala pada saat perlombaan seperti ini semoga menjadi pelajaran untuk kita semua ke depannya,” kata Epyardi.
Katanya, untuk menguatkan bidang keagamaan, Epyardi akan menganggarkan Rp2 miliar untuk pembinaan keagamaan di Kabupaten Solok.
Hal ini juga berkaitan dengan akan diadakannya MTQ tingkat Kabupaten Solok. Bahkan, Epyardi juga sesumbar, kalauKabupaten Solok bisa meraih posisi 3 besar pada MTQ ke-40 di Solok Selatan 2023 mendatang.
“Ke depannya akan kami benahi keagaaman di Kabupaten Solok yang selama ini tidak terperhatikan. Tahun 2023 MTQ tingkat provinsi dilaksanakan di Solok Selatan dan saya bertekad Kabupaten Solok mendapat 3 besar. Saya akan sampaikan ke nagari-nagari untuk mencari bibit untuk membanggakan Kabupaten Solok,” kata dia.
Berbeda dengan Rusydi Haris Dwi Putra. Dirinya mempertanyakan apakah Kabupaten Solok kekurangan bibit dan potensi untuk mengikuti MTQ tingkat Sumbar?
Tentu pertanyaan Rusydi itu konyol, jika menilik sejarah dan para wakil Kabupaten Solok di tingkat nasional, maupun warga Kabupaten Solok yang di setiap MTQ tingkat Sumbar, justru membela daerah lain.
Sebagai contoh, nama Rusydi Haris Dwi Putra, qori asal Surian, Kabupaten Solok, yang menjadi juara di ajang Seleksi Tilawah Quran dan Hadits Nasional (STQH) nasional di Maluku Utara, 17-20 Oktober 2021 lalu.
Haris yang turun di cabang Tafsir Bahasa Arab, menjadi satu-satunya wakil Sumbar yang menjadi juara.
Sekedar tambahan, MTQ Nasional Tingkat Provinsi Sumbar 2021 diikuti 1.159 peserta.
Terdiri dari 76 peserta perwakilan dari Kabupaten Agam, Dharmasraya (60), Mentawai (24), Limapuluh Kota (67), Padang Pariaman (73), Pasaman Barat (54), Pasaman (61), Pesisir Selatan (56), Sijunjung (50), Solok Selatan (54), Kabupaten Solok (71), Tanah Datar (72), Bukittinggi (59), Padang Panjang (73), Padang (78), Pariaman (66), Payakumbuh (41), Sawahlunto (52) dan Kota Solok (72).
Penulis: Niko Irawan
Editor: Chandra Adi Putra






















