
Bagi Kabupaten Solok, raihan di Padang Panjang ini menjadi titik nadir bagi daerah yang dipimpin Bupati Epyardi Asda, Apalagi dengan jargonnya: Mambangkik Batang Tarandam, Menjadi Daerah Terbaik di Sumbar”, Epyardi tentu ingin Kabupaten Solok berprestasi di bidang apa saja.
Termasuk dengan menjanjikan para kafilah sejumlah uang tunai jika mampu meraih prestasi di Kota Padang Panjang.
Namun kenyataannya, jangankan untuk menjadi yang terbaik, Kabupaten Solok tidak juga kunjung bangkit, bahkan kian terendam.
Padahal, saat melepas kafilah di Islamic Center Kotobaru, Jumat (12/11/2021), Epyardi Asda menjanjikan bonus besar bagi para juara.
Yakni Rp25 juta untuk juara pertama, Rp15 juta untuk juara kedua dan Rp10 juta untuk para juara ketiga.
Bonus itu disebut Epyardi berasal dari APBD Kabupaten Solok. Bahkan, Epyardi juga menjanjikan bonus tambahan dari kantong pribadinya Rp10 juta untuk juara pertama, Rp7,5 juta untuk juara kedua dan Rp5 juta untuk juara ketiga.
Ternyata iming-iming mendadak itu tidak mampu membuat prestasi yang juga mendadak bakal naik peringkat.
Dalam rangkaian pelepasan kafilah pada Jumat (12/11/2021) tersebut, Kabag Kesra Setdakab Solok, Zaitul Ikhlas, kala itu menebar optimisme yang nyaris menembus langit.
Zaitul Ikhlas yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPRD (Sekwan) itu bahkan sesumbar, dengan target kabupaten Solok bakal menempati posisi 5 besar. Alasannya, persiapan kafilah sudah sangat matang.
Rombongan cukup “gemuk” dengan berisikan 71 orang yang mengikuti 13 cabang perlombaan. Rombongan tambah “gemuk”, karena juga diisi offisial dan pendamping sebanyak 56 orang.
“Kami datang ke Padang Panjang dengan persiapan yang sangat matang. Kami ingin memperbaiki prestasi. Sebelumnya berada pada posisi 17, target kali ini berada pada posisi 5 besar,” kata Zaitul Ikhlas, selaku Ketua Rombongan, Jumat (12/11/2021).






















